NUSANTARA
BMKG: Gempa M5,9 Sumba Ternyata Dipicu Sesar Aktif
AKTUALITAS.ID – Teka-teki pemicu gempa kuat yang memporak-porandakan wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/10/2026) pagi akhirnya terjawab. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan lindu yang dimutakhirkan menjadi Magnitudo 5,9 tersebut murni dipicu oleh aktivitas sesar aktif di bawah permukaan bumi, bukan akibat pergeseran lempeng tektonik utama.
Pelaksana Harian (Plh) Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan episenter gempa terkunci di laut pada kedalaman dangkal 30 kilometer, berjarak 59 kilometer arah barat daya Kodi. Berdasarkan mekanisme sumbernya, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat pergerakan turun (normal fault).
“BMKG mengategorikan peristiwa ini sebagai jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang diduga kuat berasosiasi dengan Sesar Waikabubak,” tegas Ardhasena di Jakarta, Minggu (4/10/2026). Ia juga memastikan gempa ini tidak memicu tsunami.
Aktivitas Sesar Waikabubak ini mengirimkan gelombang kejut yang merobek daratan Sumba. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mencatat intensitas guncangan terkuat mencapai skala VI MMI di kawasan Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi. Tingkat guncangan ini mampu membuat seluruh penduduk panik dan berlarian menyelamatkan diri keluar rumah.
Dampak fisik langsung terasa di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi, di mana sejumlah rumah warga dan bangunan sekolah dilaporkan mengalami kerusakan struktural. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, mengonfirmasi satu warga mengalami luka ringan akibat reruntuhan.
Teror dari perut bumi ini belum sepenuhnya reda. “Hingga pukul 08.05 WIB, hasil monitoring BMKG mencatat setidaknya ada 62 aktivitas gempa bumi susulan dengan rentang kekuatan antara M 1,5 hingga M 4,3,” beber Wijayanto.
Tim Stasiun Geofisika Sumba Timur saat ini telah diterjunkan langsung ke ground zero untuk melakukan survei kerusakan komprehensif. Mengingat tingginya frekuensi gempa susulan, BMKG mengeluarkan peringatan keras agar masyarakat menjauhi bangunan yang sudah retak atau miring, serta menutup rapat telinga dari rentetan informasi hoaks yang memicu kepanikan massal. (Kusuma/Mun)
-
RAGAM04/10/2026 15:35 WIBAzka Corbuzier Debut Akting Lewat Home, Almost, Tayang Perdana di New York
-
DUNIA04/10/2026 15:00 WIB1.540 Milisi Houthi Tumbang Dihantam 474 Serangan Militer Yaman
-
NASIONAL04/10/2026 19:00 WIBBMKG Bongkar Peta Musim Hujan 2026/2027
-
EKBIS04/10/2026 16:00 WIBMenhub Buka Masalah Impor KRL Bekas Jepang
-
EKBIS05/10/2026 07:00 WIBMenhub Bongkar Rencana Aturan Tarif Transportasi
-
JABODETABEK05/10/2026 06:30 WIBCek 5 Titik SIM Keliling Jakarta Senin Ini Sebelum Kena Tilang
-
JABODETABEK05/10/2026 05:30 WIBBMKG: Senin Hujan Ringan di 2 Wilayah
-
JABODETABEK04/10/2026 20:00 WIBBocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Lubang Maut 20 Meter