OASE
Asal-usul Salat Tarawih dan Alasan Rasulullah Tak Selalu Berjamaah
AKTUALITAS.ID – Salat Tarawih merupakan ibadah sunah yang sangat identik dengan bulan suci Ramadan. Namun, tahukah Anda bagaimana sejarah awal mula dilaksanakannya salat Tarawih? Berdasarkan catatan sejarah Islam, ibadah ini pertama kali ditunaikan oleh Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi.
Awalnya Bernama Qiyam Ramadan
Pada era Rasulullah SAW, ibadah ini belum dinamakan salat Tarawih, melainkan dikenal dengan sebutan qiyam Ramadan. Merujuk pada sejarah, Rasulullah pertama kali mengerjakan ibadah ini pada tanggal 23 Ramadan tahun kedua Hijriyah di Masjid Nabawi.
Hukum pelaksanaan qiyam Ramadan adalah sunah. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam Ramadan, sebagaimana sabdanya dalam hadis riwayat Al-Jamaah:
“Barang siapa mendirikan salat malam di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Alasan Rasulullah Tidak Selalu Berjamaah di Masjid
Awalnya, Nabi Muhammad SAW melaksanakan qiyam Ramadan di Masjid Nabawi selama tiga hingga empat malam. Antusiasme para sahabat sangat luar biasa, sehingga dari malam ke malam, jamaah yang hadir semakin membeludak hingga masjid penuh sesak.
Namun, pada malam berikutnya, Rasulullah justru tidak keluar ke masjid dan memilih salat di rumah. Keputusan ini diambil karena tingginya rasa kasih sayang dan kehati-hatian beliau terhadap umatnya. Rasulullah khawatir, jika ibadah tersebut terus dilakukan secara berjamaah, Allah SWT akan menurunkan wahyu yang mewajibkannya. Hal ini dikhawatirkan dapat memberatkan umat Islam di generasi-generasi berikutnya.
Asal Mula Istilah “Tarawih”
Lantas, kapan istilah Tarawih mulai digunakan? Istilah Tarawih—yang berasal dari kata tarwihah (istirahat)—baru muncul di masa yang akan datang. Nama ini disematkan karena para sahabat yang melaksanakan salat berjamaah biasanya mengambil jeda untuk beristirahat di antara setiap dua kali salam.
Peran Khalifah Umar bin Khattab
Tradisi salat Tarawih secara berjamaah dengan satu imam di masjid seperti yang kita kenal sekarang, secara resmi dihidupkan kembali pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA.
Saat itu, Umar datang ke Masjid Nabawi dan melihat umat beribadah secara berkelompok-kelompok kecil atau sendiri-sendiri. Untuk menyatukan barisan umat Islam, Umar bin Khattab kemudian mengumpulkan jamaah agar salat dipimpin oleh satu imam yang sama, yaitu sahabat Ubay bin Ka’ab. Sejak saat itulah, salat Tarawih berjamaah secara rutin menjadi tradisi yang terus dijaga oleh umat Islam hingga hari ini. (Mun)
-
OLAHRAGA18/02/2026 18:00 WIBLaga Persib vs Ratchaburi Dijaga 2.285 Personel Polisi
-
FOTO18/02/2026 15:49 WIBFOTO: Eastspring Jalin Kemitraan Strategis dengan Bahana Sekuritas
-
NASIONAL18/02/2026 19:00 WIB58 Persen Dana Desa Dialokasikan Pemerintah untuk Pembangunan KDMP
-
NUSANTARA18/02/2026 17:47 WIBWanita Penjual Pinang Ditusuk OTK Saat Berjualan
-
PAPUA TENGAH18/02/2026 16:00 WIBSeorang Pemuda Tewas Usai Dianiaya di Kuala Kencana
-
RAGAM18/02/2026 17:30 WIBMedia Diminta Tidak Membandingkan Pemeran “Harry Potter”
-
POLITIK18/02/2026 10:00 WIBKritik Koalisi Permanen Golkar, Pengamat: Berisiko Tumpulkan Fungsi DPR dan Demokrasi
-
OTOTEK18/02/2026 13:30 WIBLonjakan Transaksi Kripto dalam Jaringan Perdagangan Manusia

















