OASE
Perbedaan Salat Tarawih dan Tahajud di Bulan Ramadan, Ini Penjelasan Lengkapnya
AKTUALITAS.ID – Apa perbedaan salat Tarawih dan salat Tahajud? Pertanyaan ini kerap muncul saat bulan Ramadan tiba. Keduanya sama-sama ibadah sunnah yang dikerjakan pada malam hari, namun memiliki perbedaan mendasar dari sisi waktu pelaksanaan, tata cara, hingga hukumnya.
Salat Tarawih Khusus di Bulan Ramadan
Salat Tarawih adalah ibadah sunnah yang khusus dilaksanakan pada malam bulan Ramadhan. Umat Muslim biasanya mengerjakannya secara berjamaah di masjid setelah salat Isya.
Karena sifatnya yang khusus Ramadan, Tarawih tidak dapat dikerjakan pada bulan lainnya. Pelaksanaannya bisa dilakukan sendiri maupun berjamaah, namun berjamaah lebih dianjurkan karena memiliki keutamaan besar.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya siapa saja yang shalat bersama imam hingga imam selesai, maka ia dicatat telah mengerjakan shalat semalam suntuk.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menjadi dasar anjuran mengikuti Tarawih hingga selesai bersama imam, termasuk salat Witir.
Salat Tahajud Bisa Dilakukan Sepanjang Tahun
Berbeda dengan Tarawih, salat Tahajud dapat dikerjakan kapan saja sepanjang tahun, tidak hanya di bulan Ramadhan. Tahajud dilakukan setelah seseorang tidur terlebih dahulu, meski hanya sebentar, lalu bangun pada sepertiga malam.
Waktu pelaksanaannya dimulai setelah salat Isya hingga sebelum terbit fajar (Subuh), dengan waktu paling utama pada sepertiga malam terakhir.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 79:
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Salat Tahajud minimal dikerjakan dua rakaat dan tidak ada batasan jumlah rakaat maksimalnya.
Bolehkah Salat Tahajud Setelah Tarawih dan Witir?
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah: Apakah boleh salat Tahajud setelah Tarawih dan Witir?
Jawabannya: boleh.
Meski terdapat hadis yang menganjurkan menjadikan Witir sebagai penutup salat malam, para ulama menjelaskan bahwa anjuran tersebut bersifat sunnah, bukan wajib.
Namun ada satu ketentuan penting:
Jika sudah melaksanakan Witir setelah Tarawih, maka tidak boleh melakukan Witir lagi setelah Tahajud, karena Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak boleh ada dua witir dalam satu malam.” (HR. Tirmidzi)
Bagi yang yakin bisa bangun di akhir malam, dianjurkan untuk menunda Witir hingga setelah Tahajud.
Kesimpulan Perbedaan Tarawih dan Tahajud
Secara garis besar, perbedaan salat Tarawih dan Tahajud terletak pada:
Waktu pelaksanaan
Tarawih: Hanya di bulan Ramadan, setelah Isya.
Tahajud: Sepanjang tahun, setelah tidur dan bangun malam.
Sifat ibadah
Tarawih: Sunnah khusus Ramadan.
Tahajud: Bagian dari salat malam yang sangat dianjurkan.
Keterkaitan dengan Witir
Tarawih umumnya ditutup dengan Witir.
Tahajud boleh dilakukan setelah Witir, namun tidak mengulang Witir kedua.
Dengan memahami perbedaan ini, umat Muslim dapat lebih optimal dalam menghidupkan malam Ramadan tanpa kebingungan terkait hukum dan tata cara pelaksanaannya.
Semoga penjelasan ini membantu Anda memahami perbedaan salat Tarawih dan salat Tahajud secara lebih jelas dan lengkap. (Mun)
-
NUSANTARA20/02/2026 19:30 WIBSiswa Madrasah di Tual Tewas usai Dianiaya Oknum Brimob
-
PAPUA TENGAH20/02/2026 18:13 WIBAturan Baru Kemendagri, Status PNS dan PPPK di KTP-el Kini Ditulis ASN
-
OLAHRAGA20/02/2026 11:00 WIBTaklukan BjB 3-1, Popsivo Perbesar Peluang ke Final Four
-
EKBIS20/02/2026 09:30 WIBEmas Antam Naik Rp28.000 ke Angka Rp2,944 Juta/Gr
-
OTOTEK20/02/2026 13:30 WIBSistem Penggerak Hibrida Baru Dihadirkan Horse Powertrain
-
NASIONAL20/02/2026 17:00 WIBDPR Pastikan Tidak Ada Agenda Revisi UU KPK
-
RIAU20/02/2026 13:45 WIBKepala Biro SDM Polda Riau Launching Penggunaan Tanjak dan Selempang bagi Personel, Berlaku Setiap Jumat
-
POLITIK20/02/2026 16:00 WIBKPU Susun Peta Jalan Logistik Pemilu 4.0 untuk Pemilu 2029
















