OTOTEK
Jangan Nyesel! Begini Cara Efektif Hapus Jejak Digital Sebelum Terlambat

AKTUALITAS.ID – Jejak digital yang tertinggal di internet bisa menjadi ancaman serius jika jatuh ke tangan yang salah. Mulai dari pencurian data pribadi, penipuan, hingga kebocoran informasi sensitif, semuanya berawal dari riwayat aktivitas online yang ternyata mudah diakses pihak lain.
Tak hanya itu, jejak digital juga kerap dimanfaatkan untuk membuat profil kebiasaan pengguna internet dan menargetkan iklan secara spesifik. Informasi seperti situs yang pernah dikunjungi, lokasi yang dilacak, hingga transaksi di e-commerce bisa terekam dan tersimpan dalam jangka panjang.
Sadar atau tidak, setiap klik di dunia maya meninggalkan jejak yang sulit dihapus. Karena itu, penting untuk segera meminimalisir atau menghapus jejak digital. Berikut sejumlah langkah yang bisa dilakukan:
Gunakan Mode Incognito
Mode incognito atau private browsing mencegah browser menyimpan riwayat penelusuran dan kata kunci. Namun, aktivitas tetap bisa terlacak oleh penyedia layanan internet (ISP) atau platform yang digunakan. Untuk keamanan ekstra, gunakan VPN.
Periksa Data yang Berpotensi Bocor
Gunakan situs Have I Been Pwned? untuk memeriksa apakah email atau akun Anda pernah mengalami kebocoran data.
Hapus Cookie Secara Berkala
Cookie memungkinkan situs melacak aktivitas pengguna. Hapus cookie di browser secara manual atau gunakan aplikasi pihak ketiga seperti Advanced System Optimizer untuk membersihkannya sekaligus.
Batasi Pelacakan Aplikasi
Periksa pengaturan privasi di setiap aplikasi dan nonaktifkan opsi pelacakan. Jika tidak tersedia, hapus riwayat aktivitas secara manual.
Hapus Riwayat Pencarian
Bersihkan log pencarian di perangkat dan platform yang digunakan, termasuk akun Google, agar data tidak tersinkron ke perangkat lain.
Gunakan Layanan Pembersih Data
Layanan seperti DeleteMe atau Deseat.me dapat membantu menghapus informasi dari situs pengepul data seperti Spokeo dan Whitepages.
Semakin cepat langkah penghapusan dilakukan, semakin kecil risiko yang mungkin dihadapi di kemudian hari. “Jejak digital adalah investasi data yang tidak selalu menguntungkan. Mengelolanya sama pentingnya dengan menjaga identitas diri,” ujar pakar keamanan siber. (Mun)
-
RAGAM28/08/2025 16:00 WIB
Sulit di Bacanya, Inilah Nama Orang Terpanjang di Indonesia
-
NASIONAL28/08/2025 22:30 WIB
Demo Aksi Berujung Ricuh, Pengemudi Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob
-
FOTO28/08/2025 12:31 WIB
FOTO: Ribuan Petani Gelar Aksi Tani Merdeka di Bundaran Patung Kuda
-
NUSANTARA28/08/2025 14:30 WIB
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kandis Bersama Masyarakat Sakai Panen 1 Ton Jagung Pipil
-
JABODETABEK28/08/2025 18:30 WIB
Petugas Pengamanan Dilempari Batu Hingga Petasan di DPR/MPR RI
-
JABODETABEK28/08/2025 16:30 WIB
Kapolda: Gas Air Mata Hanya Boleh Atas Perintah Saya
-
NUSANTARA28/08/2025 19:00 WIB
LAMR dan Pemda Apriasi Operasi PETI Polda Riau yang Berhasil Bikin Air Sungai Kuantan Kembali Jernih
-
POLITIK28/08/2025 10:00 WIB
Bawaslu Harap Pilkada Ulang di Bangka dan Pangkalpinang Berjalan Lancar Tanpa Gugatan