Connect with us

PAPUA TENGAH

Belum Merata, MBG di Mimika Baru Sentuh 4 dari 18 Distrik

Aktualitas.id -

Foto: Rapat koordinasi Satgas MBG di lantai 3 Kantor Gedung A Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika, Kamis (12/2/2026). AKTUALITAS.ID/Ahmad.

AKTUALITAS.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, hingga kini baru menjangkau lebih dari 30 ribu penerima manfaat dan masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Dari total 18 distrik di Mimika, baru empat distrik yang merasakan program tersebut, sementara 14 distrik lainnya belum tersentuh.

Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Papua Tengah, Nalensius Situmorang, mengatakan pelaksanaan MBG di Mimika mulai berjalan pada 18 Juli 2025 dan saat ini mayoritas penerima manfaat berasal dari kalangan peserta didik.

“Untuk jumlah penerima manfaat di Mimika kita sudah mencapai 30 ribuan, itu untuk peserta didik. Namun untuk non peserta didik seperti ibu hamil, bayi, dan balita itu baru mencapai seribuan,” kata Nalensius usai rapat koordinasi bersama Satgas MBG di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Kamis (12/2/2026).

Dari total 323.503 jiwa penduduk Mimika, penerima MBG sejauh ini baru tersebar di Distrik Mimika Baru, Wania, Kuala Kencana, dan Mimika Timur. Keempat distrik tersebut berada di wilayah Kota Timika yang relatif mudah dijangkau dari sisi distribusi logistik.

Nalensius menjelaskan, keterbatasan jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi kendala utama belum meratanya program tersebut. Saat ini Mimika baru memiliki sekitar 18 dapur SPPG.

“Satu dapur itu hanya mencakup 2.000 sampai 3.000 penerima. Karena jumlah SPPG masih sedikit, maka belum semua sekolah mendapatkan layanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahkan di wilayah Kota Timika masih terdapat sejumlah sekolah yang belum masuk dalam cakupan program MBG karena kapasitas pelayanan dapur yang terbatas dibanding jumlah sasaran.

Dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah bersama Satgas MBG membahas langkah percepatan agar program dapat menjangkau 14 distrik yang masih tertinggal, khususnya wilayah terpencil dengan tantangan geografis dan distribusi.

“Kita lakukan rapat ini untuk akselerasi dan percepatan di wilayah-wilayah terpencil. Untuk daerah terpencil mekanismenya berbeda, pengusulan dilakukan melalui satgas,” kata Nalensius.

BGN Papua Tengah juga berencana menggandeng investor serta pengusaha lokal guna mendukung pembangunan tambahan SPPG sebagai upaya memperluas jangkauan layanan gizi. (Ahmad)

TRENDING