POLITIK
Hasto: Kenaikan Pertamax Gerus Daya Beli Rakyat
AKTUALITAS.ID – Kenaikan harga Pertamax yang melonjak dari Rp12.000 menjadi Rp16.250 per liter memicu kritik dari berbagai pihak. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menilai kebijakan tersebut berpotensi menekan daya beli masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah yang selama ini menjadi penopang konsumsi nasional.
Menurut Hasto, lonjakan harga BBM nonsubsidi hingga sekitar 32 persen bukan sekadar persoalan energi, melainkan dapat berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kenaikan harga bahan bakar memiliki efek berantai yang menjalar ke berbagai sektor kehidupan.
“Kenaikan BBM merupakan kebijakan yang memiliki dampak luas terhadap kehidupan rakyat. Karena itu, langkah seperti ini seharusnya menjadi opsi terakhir yang diambil pemerintah,” ujar Hasto saat berbicara di Universitas Bung Karno, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Hasto mengaku memahami tekanan fiskal yang tengah dihadapi pemerintah. Namun menurutnya, solusi untuk memperkuat keuangan negara tidak seharusnya langsung dibebankan kepada masyarakat melalui kenaikan harga energi.
Ia menilai pemerintah perlu lebih dahulu melakukan konsolidasi fiskal, penghematan anggaran, serta memangkas berbagai pengeluaran yang dianggap tidak produktif sebelum mengambil kebijakan yang berpotensi menambah beban masyarakat.
Dalam pandangannya, kelompok kelas menengah menjadi pihak yang paling rentan terkena dampak kenaikan Pertamax. Pasalnya, kelompok ini selama ini tidak menerima subsidi langsung, namun juga menghadapi tekanan biaya hidup yang terus meningkat.
“Kenaikan seperti ini akan menggerus kemampuan kelas menengah kita. Dampaknya tidak berhenti di sana, tetapi juga bisa merembet kepada masyarakat bawah karena aktivitas ekonomi ikut terpengaruh,” tegasnya.
Hasto juga menyoroti pentingnya mendorong sektor riil agar tetap bergerak di tengah tantangan ekonomi. Menurutnya, kebijakan yang mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian harus menjadi prioritas utama pemerintah.
Selain mengkritik kenaikan harga BBM, Hasto turut menyinggung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menjadi sorotan publik. Ia menyebut berbagai kritik dan dugaan penyimpangan dalam program tersebut seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah.
Menurut Hasto, evaluasi terhadap program-program yang menggunakan anggaran besar perlu dilakukan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
Ia berpendapat bahwa upaya memperbaiki tata kelola anggaran dan meningkatkan efisiensi belanja negara seharusnya didahulukan sebelum mengambil kebijakan yang berdampak langsung terhadap pengeluaran masyarakat.
Pernyataan Hasto muncul di tengah perdebatan mengenai dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi terhadap ekonomi nasional. Sejumlah kalangan menilai kenaikan harga Pertamax berpotensi memengaruhi pola konsumsi rumah tangga dan menambah tekanan terhadap kelompok masyarakat yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi.
Dengan harga Pertamax yang kini berada di level Rp16.250 per liter, perhatian publik tertuju pada langkah pemerintah selanjutnya untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga. (Bowo/Mun)
-
FOTO11/06/2026 19:30 WIBFOTO: Pembukaan Pameran Foto DKPP
-
JABODETABEK11/06/2026 14:30 WIBKorban Dugaan Pemerasan Rp350 Juta oleh Oknum Pengacara Tempuh Jalur Hukum
-
JABODETABEK11/06/2026 19:00 WIBPolisi Bongkar Sindikat Pencuri Sepeda Motor di Wilayah Johar Baru Jakarta Pusat
-
EKBIS11/06/2026 15:30 WIBPemerintah Tetapkan Harga Acuan Telur Nasional
-
NASIONAL11/06/2026 16:45 WIBKenaikan BBM akan Berdampak Sosial dan Politik
-
NASIONAL11/06/2026 20:00 WIBRaffi Ahmad Jelaskan Pertemuan dengan Blueray Cargo
-
NASIONAL11/06/2026 17:30 WIBKorupsi MBG, Qodari Pastikan Prabowo Tak akan Lindungi Siapa Pun
-
RIAU11/06/2026 16:19 WIBKapolda Riau Sematkan Nama “Nona Seroja” untuk Anak Gajah Tesso Nilo