RAGAM
Bayi Baru Lahir Rentan Terinfeksi, Ini Cara Melindungi Mereka
AKTUALITAS.ID – Sistem kekebalan tubuh bayi baru lahir belum sepenuhnya berkembang, sehingga mereka lebih rentan terkena infeksi virus dan bakteri. Dalam tiga bulan pertama kehidupan, kemampuan tubuh bayi untuk melawan penyakit jauh lebih rendah dibandingkan anak-anak yang lebih besar atau orang dewasa.
Primrose Freestone, seorang dosen senior mikrobiologi klinis dari University of Leicester, menjelaskan dalam artikel di The Conversation, bahwa infeksi ringan bagi orang dewasa dapat menjadi ancaman serius bagi bayi. Ia menyoroti perlunya kehati-hatian ekstra dalam menjaga kesehatan bayi baru lahir.
“Bayi sangat rentan terhadap bakteri seperti streptokokus grup B yang dapat menyebabkan sepsis, pneumonia, dan meningitis,” ujar Freestone. Oleh karena itu, menunjukkan kasih sayang kepada bayi harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindarkan mereka dari risiko infeksi.
Langkah-langkah Penting untuk Melindungi Bayi Baru Lahir
Cuci Tangan Sebelum Menyentuh Bayi
Kebersihan tangan adalah langkah pertama untuk menghindarkan bayi dari paparan bakteri dan virus.
Hindari Mencium Wajah Bayi
Sebaiknya cium bagian belakang kepala atau kaki bayi untuk mencegah risiko penularan infeksi melalui mulut atau hidung.
Pertimbangkan Kondisi Kesehatan Sebelum Bertemu Bayi
Jika Anda sedang tidak sehat atau mengalami infeksi aktif, lebih baik menunda kunjungan. Jika mendesak, gunakan masker untuk meminimalkan risiko.
Freestone juga menekankan bahwa perlindungan ekstra sangat penting untuk bayi berusia di bawah satu bulan. Dengan langkah sederhana ini, bayi dapat tetap sehat dan terhindar dari infeksi yang berbahaya.
Mari jaga kesehatan bayi dengan penuh perhatian, karena langkah kecil dari kita bisa membuat perbedaan besar bagi masa depan mereka! (KAISAR/RAFI)
-
RIAU16/07/2026 12:30 WIBBupati Kasmarni Dukung RSUD Mandau Naik Kelas
-
EKBIS16/07/2026 11:30 WIBHarga Minyak Dunia Naik 4 Hari Beruntun
-
POLITIK16/07/2026 10:00 WIBGus Ipul Tegaskan Istana Tak Ikut Campur Muktamar NU
-
POLITIK16/07/2026 14:00 WIBAria Bima: Kuota 30 Persen Perempuan Jadi PR Besar Parpol
-
POLITIK16/07/2026 09:00 WIBKIPP Desak MK Evaluasi Putusan Pemisahan Pemilu
-
NASIONAL16/07/2026 11:00 WIBMasa Tunggu Haji Dipangkas Jadi 26 Tahun
-
POLITIK16/07/2026 13:38 WIBKritik Standar Ganda DKPP, JPPR Desak Tio Aliansyah Dinonaktifkan Sementara
-
EKBIS16/07/2026 10:30 WIBRupiah Melemah ke Rp18.071/USD