Connect with us

RAGAM

Jagalah Hati Anda! Ini Daftar Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi dan Dihindari

Aktualitas.id -

Ilustrasi - Hepatitis (ist)

AKTUALITAS.ID – Hati atau liver merupakan salah satu organ vital yang memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Selain berfungsi untuk detoksifikasi, hati juga berperan dalam produksi empedu, metabolisme nutrisi, serta menyaring zat-zat berbahaya dari darah.

Namun, pola hidup yang tidak sehat dapat merusak fungsi hati dan memicu komplikasi serius. Konsultan Gastroenterologi dari Rumah Sakit PD Hinduja dan MRC, Khar, Dr. Pawan Dhoble, mengingatkan pentingnya perubahan gaya hidup untuk menjaga kesehatan organ ini.

Dr. Dhoble menyarankan konsumsi berbagai makanan yang dapat mendukung fungsi hati, antara lain:

  • Sayuran berdaun hijau seperti bayam dan brokoli yang membantu proses detoksifikasi dan mengurangi lemak di hati.
  • Buah beri dan jeruk yang kaya polifenol sebagai antioksidan kuat untuk menekan peradangan.
  • Ikan berlemak seperti salmon dan sarden yang mengandung omega-3, berfungsi meredakan peradangan dan mencegah penumpukan lemak hati.
  • Biji-bijian utuh seperti oat dan lentil yang tinggi serat untuk meningkatkan metabolisme dan sensitivitas insulin.
  • Bawang putih dan bawang bombai, yang dikenal dapat mengaktifkan enzim detoksifikasi hati.
  • Kacang dan biji-bijian, seperti kenari dan biji rami, yang kaya akan vitamin E dan omega-3.
  • Kopi, yang boleh dikonsumsi dalam batas wajar, yakni 2–3 cangkir per hari karena berpotensi mengurangi risiko penyakit hati.
  • Kunyit, berkat kandungan kurkuminnya, memiliki efek antiinflamasi dan pelindung hati.

Untuk mencegah kerusakan hati, Dr. Dhoble juga menekankan pentingnya menghindari beberapa jenis makanan dan minuman tertentu:

  • Makanan yang digoreng dan tinggi lemak jenuh, seperti daging merah, karena memicu penumpukan lemak di hati.
  • Karbohidrat olahan dan makanan manis, termasuk kue dan minuman bersoda.
  • Alkohol, yang dapat memperparah cedera hati.
  • Daging olahan seperti sosis dan daging asap yang tinggi nitrat, natrium, dan lemak.
  • Suplemen herbal dosis tinggi yang belum terdaftar secara resmi karena bisa membebani kerja hati.

Selain memperbaiki pola makan, Dr. Dhoble juga memberikan sejumlah rekomendasi gaya hidup untuk menjaga kesehatan hati:

  • Menurunkan berat badan 5–10 persen dari total berat tubuh untuk mengurangi lemak hati.
  • Olahraga rutin minimal 150 menit per minggu.
  • Melakukan skrining hepatitis B dan C sebagai langkah pencegahan kerusakan hati.
  • Minum cukup air putih untuk mendukung proses detoksifikasi.
  • Menghindari stres berlebihan serta menerapkan pola tidur yang teratur agar metabolisme hati tetap optimal.

“Kesadaran menjaga kesehatan hati harus dimulai sejak dini. Gaya hidup yang sehat adalah kunci utama untuk mencegah penyakit hati kronis,” tegas Dr. Dhoble. (PURNOMO/DIN) 

TRENDING