Berita
Perang Dagang AS & China, IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Global
Akibatnya, kinerja industri manufaktur dan perdagangan global jatuh melemah.
AKTUALITAS.ID – Dana Moneter Internasional atau IMF kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global, termasuk Indonesia pada Oktober 2019. Penyebabnya, perang tarif atau perang perdagangan antara Amerika Serikat dan China terus membebani perekonomian global serta memperlambat perdagangan dunia.
Kepala Ekonom IMF, Gita Gopinath, mengatakan, akibat perang perdagangan yang terus menimbulkan ketidakpastian ekonomi hingga saat ini, Produk Domestik Bruto dunia diperkirakan tergerus 0,8 persen pada 2020. Itu setara US$700 miliar atau seukuran seluruh ekonomi Swiss.
“Kami memperkirakan bahwa ketegangan perdagangan AS-China akan secara kumulatif mengurangi tingkat PDB global sebesar 0,8 persen pada tahun 2020,” kata Gopinath seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu, 16 Oktober 2019.
Dia menjelaskan, pengenaan tarif yang terus tinggi dalam perang perdagangan tersebut serta berkepanjangannya ketidakpastian kebijakan untuk menyelesaikan persoalan itu, telah merusak iklim investasi dan lesunya permintaan barang modal. Akibatnya, kinerja industri manufaktur dan perdagangan global jatuh melemah.
Di samping itu, lanjut dia, di tengah kondisi tersebut, industri otomotif sedang mengalami kontraksi karena berbagai faktor, seperti adanya gangguan yang disebabkan pengenaan standar emisi baru di kawasan Eropa dan China. Akibatnya, pertumbuhan volume perdagangan pada paruh pertama 2019 telah jatuh ke angka satu persen, level terlemah sejak 2012.
“Ketegangan perdagangan dan geopolitik semakin tinggi, termasuk risiko terkait Brexit, dapat lebih lanjut mengganggu aktivitas ekonomi, dan menggagalkan pemulihan ekonomi yang rapuh di negara-negara emerging market dan kawasan Eropa,” tuturnya.
Karena itu, dia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi global pada 2019 hanya akan sebesar 3 persen, jauh dari proyeksi awal tahun sebesar 3,5 persen atau terlemah sejak krisis ekonomi global 2008. Sementara itu, hingga 2020, pertumbuhan ekonomi global juga diperkirakan masih akan mengalami pelemahan di posisi 3,4 persen dari sebelumnya 3,6 persen.
Adapun untuk Indonesia, pertumbuhannya diperkirakan hanya bisa di kisaran 5 persen pada 2019, jauh lebih rendah dibandingkan proyeksi pada Juli 2019 sebesar 5,2 persen. Sementara itu, untuk sepanjang 2020 diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya bisa menyentuh 5,1 persen.
-
POLITIK27/04/2026 06:00 WIBNasDem: Threshold Nasional Bisa Hapus Kursi di Daerah
-
DUNIA27/04/2026 15:00 WIBIbu Hamil Kembar & Anak-Anaknya Tewas Dibom Israel
-
POLITIK27/04/2026 13:00 WIBAria Bima: RUU Pemilu Ditunda Demi Hindari Judicial Review
-
PAPUA TENGAH27/04/2026 16:30 WIBQuattrick Kompol Onisimus Benamkan Persemi All Star di Gold Store Arena
-
OASE27/04/2026 05:00 WIBIni Alasan Nabi Tolak Tawaran ‘Tukar Sembah’ Kaum Quraisy
-
JABODETABEK27/04/2026 14:30 WIBPolisi Pastikan 2 Pelaku Penganiayaan TNI Ditangkap
-
POLITIK27/04/2026 11:00 WIBAnas: Batas 2 Periode Ketum Parpol Bisa Cegah Feodalisme
-
DUNIA27/04/2026 12:00 WIBIran Lanjutkan Misi Damai Meski AS Tarik Diri

















