Berita
Masinton: Jokowi Komitmen Terhadap Demokrasi
komitmen Jokowi terhadap demokrasi dan tetap menghormati berbagai perbedaan.
AKTUALITAS.ID – Presiden Jokowi tidak melarang demonstrasi saat pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober mendatang. Anggota DPR, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Masinton Pasaribu, menilai sikap itu sebagai bentuk komitmen mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut terhadap demokrasi.
“Itu menegaskan kejelasan sikap dan komitmen Jokowi terhadap demokrasi dan tetap menghormati berbagai perbedaan. Karena demonstrasi merupakan sarana penyampaian aspirasi,” kata Masinton kepada wartawan Kamis, (17/10).
Tapi, Masinton juga menilai langkah Polda Metro Jaya yang tidak akan menerbitkan surat tanda terima pemberitahuan (STTP) demonstrasi menjelang pelantikan sudah tepat. Hal itu semata-mata dalam rangka pelaksanaan tugas mereka bersama TNI mengamankan seluruh rangkaian proses pelantikan.
“Apalagi tamu-tamu perwakilan dari berbagai negara akan hadir mengikuti prosesi acara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih,” ujarnya.
Mantan aktivis 98 tersebut menuturkan imbauan dan pembatasan yang dilakukan Polri agar tidak berdemonstrasi hingga pelantikan Presiden dan Wakil Presiden tanggal 20 Oktober nanti harus dimaknai sebagai langkah antisipasi keamanan dan ketertiban pelaksanaan agenda negara. Menurutnya, imbauan dan pembatasan demonstrasi itu bukanlah pemberangusan demokrasi dan aspirasi. Sebab, larangan itu hanyalah bersifat tentatif, situasional dan bukan berlaku permanen.
“Karena Indonesia merupakan bagian dari negara demokrasi terbesar maka momen pelantikan ini akan mendapat perhatian dunia internasional,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, dibayang-bayangi ancaman aksi demonstrasi sejumlah pihak. Aksi demo ini termasuk dilakukan barisan mahasiswa.
Pihak keamanan mengatakan tidak mengeluarkan izin aksi demo hingga tanggal 20 Oktober 2019, atau saat pelantikan Jokowi-Ma’ruf berlangsung.
Keterangan polisi ini berbeda dengan pernyataan Jokowi. Usai bertemu pimpinan MPR di Istana Merdeka, Jokowi malah mengatakan pemerintah tidak pernah melarang aksi demo.
-
OLAHRAGA23/06/2026 03:00 WIBInggris vs Ghana: Misi Lolos Grup L Piala Dunia 2026
-
NASIONAL23/06/2026 08:30 WIBKetua BEM FH UBK Ngaku Terima Rp 20 Juta dari Oknum Polisi Jelang Demo
-
OLAHRAGA22/06/2026 22:10 WIBSiaran Piala Dunia 2026 di Korea Utara Tak Tampilkan Laga Tiga Negara Ini
-
NUSANTARA22/06/2026 23:30 WIBHerman Deru Paparkan Pertanggungjawaban APBD 2025, Tegaskan Komitmen Maksimalkan Kesejahteraan Masyarakat
-
NASIONAL22/06/2026 22:25 WIBLHKPN Naik Drastis, GERTAK Desak Kejagung Usut Lonjakan Harta Zita Anjani
-
JABODETABEK22/06/2026 23:00 WIBEastJakFest 2026 Jadi Motor Ketahanan Pangan dan UMKM di Jakarta Timur
-
POLITIK23/06/2026 16:15 WIBRoy Suryo dan Dokter Tifa Dapat Penagguhan, Analis Sebut Jokowi Tertekan
-
OLAHRAGA23/06/2026 04:33 WIBJadwal Piala Dunia 2026: Pekan Sengit Penentu Kelolosan

















