DUNIA
PBB Peringatkan Nyawa Puluhan Ribu Warga di Gaza Utara Terancam
AKTUALITAS.ID – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan mendesak mengenai situasi di Gaza Utara, dengan menyebutkan bahwa nyawa seluruh warga Palestina di wilayah tersebut terancam akibat pengepungan pasukan Israel. Blokade yang dilakukan oleh pasukan Israel membuat puluhan ribu warga Palestina di Gaza Utara terputus dari pasokan makanan, obat-obatan, dan akses layanan darurat.
“Seluruh penduduk Palestina di Gaza Utara berada dalam risiko kematian akibat penyakit, kelaparan, dan kekerasan,” demikian bunyi pernyataan bersama yang dirilis oleh penjabat kepala bantuan PBB Joyce Msuya, kepala UNICEF, Program Pangan Dunia (WFP), dan beberapa kelompok kemanusiaan lainnya pada Jumat (1/11/2024).
PBB menegaskan bahwa upaya bantuan kemanusiaan tidak dapat memenuhi kebutuhan yang semakin mendesak karena terbatasnya akses dan risiko keamanan yang tinggi. Pasokan barang kebutuhan pokok serta layanan penyelamatan jiwa tidak tersedia. Para petugas kemanusiaan juga tidak dapat bekerja dengan aman dan menghadapi penghalang dari pasukan Israel.
Situasi warga Palestina di Gaza utara digambarkan sebagai “apokaliptik” oleh organisasi-organisasi kemanusiaan. Keadaan ini semakin diperparah oleh pengumuman militer Israel pada Sabtu tentang pengerahan tim tempur Brigade Kfir ke kamp pengungsi Jabalia.
Menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza pada Sabtu (2/11/2024), sedikitnya 55 warga Palestina terbunuh dan 192 lainnya terluka dalam waktu 24 jam terakhir akibat serangan udara dan pengepungan pasukan Israel di seluruh Gaza. Serangan yang terjadi dalam satu hari tersebut termasuk tujuh insiden pembantaian terhadap keluarga Palestina.
Krisis kemanusiaan di Gaza semakin meningkat sejak 7 Oktober 2023. Data Kementerian Kesehatan Gaza pada Jumat (1/11/2024) menunjukkan bahwa korban tewas mencapai 43.314 orang, dengan 102.019 orang terluka. Ribuan warga Palestina masih diyakini terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran global, dan PBB meminta akses kemanusiaan segera dibuka untuk menyelamatkan warga sipil di Gaza yang semakin terdesak dalam krisis kemanusiaan tanpa preseden. (Enal Kaisar)
-
NASIONAL25/05/2026 15:31 WIBNamanya Kerap Disebut di Kasus Korupsi, Jokowi Belum Pernah Diperiksa Penegak Hukum
-
EKBIS25/05/2026 10:30 WIBRupiah Jadi Satu-Satunya Mata Uang Asia yang Melemah
-
OPINI25/05/2026 17:29 WIBSengkon dan Karta Jadi Pengingat Bagi Para Penegak Hukum
-
NUSANTARA25/05/2026 14:30 WIBBromo Lockdown Wisata 4 Hari untuk Ritual Yadnya Kasada
-
NASIONAL25/05/2026 19:15 WIBKemnaker Bentuk Tim Khusus Tangani Konflik Buruh PT Epson
-
PAPUA TENGAH25/05/2026 17:00 WIBRawan Pemerkosaan, Polisi Larang Warga Masuk Kawasan Kali Wania Mimika
-
EKBIS25/05/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Hari Ini Melesat Saat Pasar Global Bergejolak
-
EKBIS25/05/2026 22:00 WIBPembangunan PLTA Batoq Kelo Berkapasitas 300 MW Resmi Dimulai

















