Connect with us

EKBIS

IHSG Dibuka Sempat Menguat Lalu Berbalik Melemah

Aktualitas.id -

Ilustrasi IHSG melemah, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak liar pada perdagangan Senin (25/5/2026). Setelah sempat dibuka menguat dan menembus zona hijau di awal sesi, laju indeks justru berbalik tertekan di tengah perdagangan pagi.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG sempat melesat 60,75 poin atau 0,99 persen ke level 6.222,80 pada awal sesi I. Namun, penguatan itu tidak bertahan lama. Hingga pukul 09.30 WIB, IHSG justru terkoreksi 8,326 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.153,719.

Pergerakan yang naik-turun ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah sentimen global dan domestik yang masih belum sepenuhnya kondusif. Pada pembukaan perdagangan, indeks bahkan sempat melemah 31 poin atau 0,48 persen ke level 6.128 sebelum kembali berusaha bangkit.

Secara perdagangan, volume transaksi tercatat cukup besar. Hingga pagi ini, total saham yang berpindah tangan mencapai 7,028 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp3,437 triliun. Frekuensi perdagangan juga tercatat mencapai 64 ribu kali.

Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 239 emiten terpantau melemah, 340 saham menguat, dan 152 saham stagnan. Di sisi lain, pada pembukaan awal sesi I tercatat 405 saham naik, 119 saham turun, dan 435 saham tidak berubah.

Penguatan IHSG di awal sesi sempat ditopang oleh seluruh indeks sektoral yang bergerak positif. Sektor infrastruktur memimpin kenaikan sebesar 1,74 persen, disusul barang konsumen siklikal yang naik 1,49 persen dan properti yang menguat 1,31 persen.

Pasar saham domestik juga sedang memasuki pekan perdagangan yang lebih pendek karena libur Idul Adha pada Rabu dan Kamis, 27–28 Mei 2026. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung lebih selektif dalam mengambil posisi, sembari mencermati arah pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar.

Hingga berita ini diturunkan, IHSG masih bergerak fluktuatif di kisaran 6.100-an. Investor kini menunggu apakah tekanan jual akan mereda atau justru berlanjut sampai penutupan sesi pertama. (Firman/Mun)

TRENDING