NASIONAL
KPK Jadwalkan Periksa 4 ASN Bea Cukai Semarang Terkait Dugaan Korupsi Importasi Barang
AKTUALITAS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat aparatur sipil negara (ASN) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Semarang, Jawa Tengah, dalam penyidikan kasus dugaan korupsi suap dan gratifikasi importasi barang di lingkungan DJBC, Senin (25/05/2026).
Empat ASN yang dipanggil sebagai saksi yakni Khanan, Budi Winanto, Sutopo, dan Aditya Rahman Rony Putra. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
“Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Senin (25/05/2026).
Selain empat ASN tersebut, penyidik KPK juga memanggil dua saksi dari unsur swasta, yakni Ign Denny Narendra dan Dana. Hingga pemeriksaan dijadwalkan, belum ada informasi mengenai kehadiran para saksi maupun materi pemeriksaan yang akan didalami penyidik.
Kasus ini merupakan pengembangan dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang sebelumnya terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT).
Dalam perkara tersebut, KPK telah menetapkan enam tersangka. Mereka terdiri atas Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai periode 2024 hingga Januari 2026, Sisprian Subiaksono selaku Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC, serta Orlando Hamonangan yang menjabat Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Tiga tersangka lain berasal dari pihak swasta, yakni John Field selaku pemilik PT Blueray, Andri sebagai Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray, dan Deddy Kurniawan selaku manajer operasional perusahaan tersebut.
KPK juga sebelumnya menahan Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Budiman Bayu Prasojo pada Jumat (27/02/2026) sebagai bagian dari pengembangan perkara.
Penyidik terus mendalami dugaan aliran dana serta keterlibatan sejumlah pihak dalam praktik suap dan gratifikasi yang diduga berkaitan dengan pengurusan importasi barang di lingkungan DJBC.
-
NUSANTARA23/08/2026 10:00 WIBKarhutla Sumsel Tembus 1.926 Ha
-
DUNIA23/08/2026 08:00 WIB16 Nyawa Melayang dalam Serangan Drone Rusia
-
NASIONAL23/08/2026 09:00 WIBWamenaker: Aktivis Kunci Indonesia Lebih Baik
-
NASIONAL23/08/2026 11:00 WIBMenteri LH Bongkar 335 Perusahaan Nakal
-
NASIONAL23/08/2026 17:00 WIBPemerintah Gelontorkan Rp1,2 Triliun untuk Pangan Bencana
-
JABODETABEK23/08/2026 16:00 WIBPramono Belum Putuskan Tarif Parkir Naik
-
NUSANTARA23/08/2026 13:00 WIBKepala Balai TNWK: Ada Dugaan Way Kambas Sengaja Dibakar
-
NASIONAL23/08/2026 14:00 WIBGolkar Desak BMKG Perkuat Alarm Gempa

















