Connect with us

DUNIA

Trump Mendadak Pecat Panglima Tertinggi AS CQ Brown Bersamaan dengan Enam Jenderal Lainnya

Aktualitas.id -

Capres AS dari Partai Republik, Donald Trump. (FOTO: The New York Times)

AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat gebrakan baru dengan memecat Kepala Staf Gabungan Jenderal Angkatan Udara, Charles “CQ” Brown, dan lima jenderal serta laksamana lainnya dari jajaran perwira tinggi militer AS. Keputusan mengejutkan ini diumumkan Trump melalui unggahan di platform media sosialnya, Truth Social.

Dalam pernyataannya, Trump mengucapkan terima kasih kepada Jenderal Brown atas pengabdiannya yang telah berlangsung selama lebih dari 40 tahun, termasuk masa jabatannya sebagai Ketua Kepala Staf Gabungan. “Ia adalah pria baik dan pemimpin yang luar biasa,” tulis Trump, seperti dilaporkan oleh Reuters.

Sebagai pengganti Brown, Trump mengusulkan mantan Letnan Jenderal Dan “Razin” Caine. Tak hanya itu, dalam langkah yang mengejutkan, Trump juga mengumumkan rencananya untuk menggantikan Laksamana Lisa Franchetti, Kepala Angkatan Laut AS yang merupakan wanita pertama yang memimpin dinas militer. Selain itu, beberapa posisi strategis lain di dalam angkatan bersenjata, termasuk Wakil Kepala Staf Angkatan Udara dan hakim advokat jenderal untuk Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, juga akan dirombak.

Keputusan pemecatan ini menimbulkan kegemparan di Pentagon, yang saat ini menghadapi masa-masa sulit di tengah pengurangan staf sipil, pembenahan anggaran, dan perubahan penempatan pasukan terkait kebijakan luar negeri baru yang digagas Trump. CQ Brown, yang tengah menjalani masa jabatannya hingga September 2027, akan dibebastugaskan secara mendesak dan tanpa menunggu konfirmasi resmi dari Senat terkait penggantinya.

Sebagaimana diketahui, selama kampanye presiden sebelumnya, Trump telah menyatakan niatnya untuk memecat para jenderal yang dianggap bertanggung jawab atas penarikan pasukan dari Afghanistan pada tahun 2021. Namun, dalam keputusan terbaru ini, Trump tidak memberikan alasan spesifik yang mendasari pergantian Jenderal Brown, meninggalkan banyak pertanyaan mengenai arah kebijakan militer AS ke depan. (Mun/Aribowo)

TRENDING