POLITIK
Bima Arya Tegaskan PDIP Tetap Oposisi Meski Hasto Dituntut 7 Tahun
AKTUALITAS.ID – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menunjukkan ketegasan sikap politiknya di tengah sorotan kasus hukum yang menjerat Sekretaris Jenderalnya, Hasto Kristiyanto. Politikus senior PDIP, Aria Bima, dengan lantang menyatakan tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Hasto tidak akan menggoyahkan posisi partai sebagai oposisi.
“Enggak ada, kasus hukum ya kasus hukum ya,” tegas Aria Bima di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/7/2025), menepis segala spekulasi bahwa persoalan hukum akan memengaruhi arah politik strategis partai.
Aria Bima juga menyoroti hubungan baik yang tetap terjalin antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, kedekatan personal antara pemimpin pemenang legislatif dan eksekutif ini justru krusial, terutama dalam konteks relasi antara lembaga kepresidenan dan parlemen.
“Beliau ketua umum pemenang legislatif (Megawati) dan pemenang eksekutif yang sekarang ini dijawab oleh Pak Prabowo, selaku pemenang pilpres dan Ibu Mega sebagai pemenang legislatif yang ketuanya adalah Puan Maharani yang yang memimpin arah keputusan-keputusan di DPR,” jelas Wakil Ketua Komisi II DPR tersebut.
Lebih lanjut, Aria Bima meyakinkan publik Megawati Soekarnoputri memiliki pandangan yang jernih dan tidak akan mencampuradukkan urusan hukum dengan strategi politik partai. “Saya tidak melihat tuntutan Pak Hasto itu berdampak pada hal-hal yang sifatnya strategis karena Ibu Mega tentu mempunyai satu cara pandang yang lebih daripada itu saya kira,” katanya.
Sebelumnya, JPU KPK menuntut Hasto Kristiyanto dengan hukuman tujuh tahun penjara atas dugaan suap dalam proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR dan perintangan penyidikan. Tuntutan ini dibacakan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2025). Meski demikian, PDIP melalui pernyataan Aria Bima menegaskan tuntutan tersebut tidak akan mengubah peran mereka sebagai oposisi yang kritis terhadap pemerintah. (Ari Wibowo/Mun)
-
POLITIK27/04/2026 06:00 WIBNasDem: Threshold Nasional Bisa Hapus Kursi di Daerah
-
DUNIA27/04/2026 15:00 WIBIbu Hamil Kembar & Anak-Anaknya Tewas Dibom Israel
-
RAGAM27/04/2026 00:01 WIBOTW Pestapora 2026 Buka Selebrasi, Tukar Setlist Lintas Generasi Siap Guncang Jakarta
-
OASE27/04/2026 05:00 WIBIni Alasan Nabi Tolak Tawaran ‘Tukar Sembah’ Kaum Quraisy
-
JABODETABEK27/04/2026 14:30 WIBPolisi Pastikan 2 Pelaku Penganiayaan TNI Ditangkap
-
PAPUA TENGAH27/04/2026 16:30 WIBQuattrick Kompol Onisimus Benamkan Persemi All Star di Gold Store Arena
-
POLITIK27/04/2026 13:00 WIBAria Bima: RUU Pemilu Ditunda Demi Hindari Judicial Review
-
DUNIA27/04/2026 12:00 WIBIran Lanjutkan Misi Damai Meski AS Tarik Diri

















