Connect with us

DUNIA

Korban Tewas Perang Gaza Capai 70.100 Orang Menurut Kementerian Kesehatan Gaza

Aktualitas.id -

Tank dan artileri pasukan penjajah Israel (IDF) dilaporkan menembaki ribuan warga Gaza yang sedang mengantre bantuan pangan di tengah kelaparan di Gaza, Kamis (29/2/2024). [foto: X/@QudsNen]

AKTUALITAS.ID – Kementerian Kesehatan yang berbasis di Gaza menyatakan jumlah korban tewas akibat perang antara Israel dan Hamas telah meningkat menjadi 70.100 orang sejak konflik berkecamuk lebih dari dua tahun lalu. Pernyataan itu disampaikan pada Minggu 30 November 2025, di tengah kondisi kemanusiaan yang masih sangat kritis di Jalur Gaza.

Kementerian juga melaporkan bahwa sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober, tercatat 354 warga Palestina tewas akibat tembakan yang masih terjadi di beberapa titik. Dalam 48 jam terakhir, dua jenazah tiba di rumah sakit di Jalur Gaza, salah satunya ditemukan dari bawah reruntuhan, menurut keterangan resmi kementerian.

Meskipun gencatan senjata telah tercapai, situasi di Gaza tetap rapuh: infrastruktur kesehatan dan layanan dasar mengalami kerusakan parah, pasokan obat dan makanan masih terbatas, dan banyak warga yang terus menghadapi risiko keselamatan serta kondisi pengungsian. Laporan korban jiwa yang terus bertambah menyoroti dampak berkepanjangan dari konflik terhadap warga sipil.

Kenaikan angka kematian ini bertepatan dengan peringatan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina yang diperingati Perserikatan Bangsa‑Bangsa pada 29 November setiap tahun, menambah sorotan internasional terhadap kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut. Berbagai organisasi kemanusiaan dan negara donor terus menyerukan akses bantuan yang aman dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan mendesak penduduk Gaza.

Imbauan dan Langkah Selanjutnya Pihak berwenang lokal dan organisasi internasional diimbau mempercepat koordinasi untuk membuka koridor kemanusiaan, memastikan distribusi bantuan yang aman, serta memperkuat layanan medis darurat. Komunitas internasional diminta meningkatkan dukungan untuk pemulihan jangka panjang dan perlindungan warga sipil. (Mun)

TRENDING