NUSANTARA
BNPB: Korban Tewas Banjir Sumatera Tembus 1.090 Jiwa
AKTUALITAS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian banjir dan bencana alam di Sumatera meningkat menjadi 1.090 jiwa, bertambah 19 orang dibandingkan data sehari sebelumnya. Penambahan ini merupakan hasil operasi pencarian, pertolongan, dan identifikasi by name by address yang dilakukan tim gabungan di lapangan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa operasi pencarian melibatkan Basarnas, TNI, Polri, dan relawan, yang bekerja intensif untuk menemukan dan mengidentifikasi korban. “Hari ini jumlah korban meninggal dunia bertambah 19 jiwa, sehingga total menjadi 1.090 korban meninggal dunia,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers Tanggap Darurat Bencana 3 Provinsi di Pusat Informasi dan Media Center Komdigi, Aceh.
Berdasarkan rekapitulasi BNPB, rincian korban meninggal dunia tercatat Aceh 472 jiwa, Sumatera Utara 370 jiwa, dan Sumatera Barat 248 jiwa. Operasi pencarian masih berlangsung dengan skala berbeda di tiap provinsi: Aceh dilaksanakan secara maksimal di enam kabupaten, Sumatera Utara pada empat sektor, dan Sumatera Barat pada lima sektor. Pelaksanaan operasi disesuaikan kondisi lapangan dan tingkat kerawanan wilayah.
Selain upaya pencarian, proses identifikasi jenazah terus diprioritaskan untuk memastikan hak-hak ahli waris terpenuhi, termasuk penyaluran bantuan, hunian sementara, dan rencana hunian tetap bagi keluarga korban. BNPB juga mencatat adanya penambahan satu korban hilang, namun data ini bersifat dinamis dan dapat berubah seiring proses pencarian.
Sementara itu, jumlah pengungsi menunjukkan penurunan. Hingga hari ini tercatat 510.528 pengungsi, berkurang 16.340 orang dari hari sebelumnya. Penurunan ini disebabkan sebagian warga yang mulai kembali ke rumah untuk membersihkan dan memulihkan kawasan terdampak. Meski demikian, kebutuhan dasar seperti makanan masih didukung melalui dapur umum di lokasi pengungsian.
BNPB menegaskan bahwa penanganan darurat, distribusi logistik, dan pemulihan awal akan terus dilakukan sampai kondisi masyarakat benar-benar aman dan stabil. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan mengikuti arahan otoritas setempat untuk keselamatan bersama. (Irawan/Mun)
-
PAPUA TENGAH12/02/2026 14:16 WIBPT Freeport Tutup Sementara Akses Timika–Tembagapura Usai Penembakan di Mile 50
-
DUNIA12/02/2026 08:00 WIBGencatan Senjata Terancam! Netanyahu Lapor Trump Siapkan Operasi Militer Baru di Gaza
-
PAPUA TENGAH12/02/2026 15:18 WIBTPNPB-OPM Akui Serangan di Tembagapura, Sampaikan Tuntutan Politik
-
PAPUA TENGAH12/02/2026 18:47 WIBSeorang Pria Jadi Korban Pembacokan di Mimika, Ini Kronologinya
-
NASIONAL12/02/2026 10:00 WIBKasus Korupsi Ekspor CPO: Kejagung Ungkap 20 Perusahaan dan Tahan 11 Tersangka
-
JABODETABEK12/02/2026 05:30 WIBSiapkan Payung! Jabodetabek Diprediksi Hujan Seharian pada Kamis 12 Februari
-
PAPUA TENGAH12/02/2026 16:31 WIBKapendam Beberkan Kronologi Penembakan di Mile Post 50
-
POLITIK12/02/2026 07:00 WIBPosisi Gibran Terancam? Pengamat Bicara Peluang Cak Imin dalam Bursa Cawapres Prabowo 2029

















