JABODETABEK
Polisi: Kematian Satu Keluarga di Warakas Jakut Diduga Akibat Keracunan
AKTUALITAS.ID – Polisi menduga kematian satu keluarga yang ditemukan di sebuah rumah kontrakan di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, disebabkan oleh keracunan. Dugaan tersebut muncul dari hasil penyelidikan awal yang dilakukan aparat kepolisian di lokasi kejadian.
Peristiwa tragis itu terjadi di rumah kontrakan yang beralamat di Jalan Warakas VIII, Gang 10 Nomor 108. Hingga kini, kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian para korban dengan melibatkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan dokter forensik.
“Tentang kasus Warakas, kami sedikit membocorkan kepada rekan-rekan bahwa dugaan peristiwa ini terindikasi adanya keracunan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan, Senin (12/1/2026).
Budi Hermanto menjelaskan, indikasi keracunan diperoleh dari temuan awal di tempat kejadian perkara (TKP) serta sejumlah barang bukti yang diamankan penyidik. Seluruh barang bukti tersebut saat ini tengah diperiksa secara mendalam melalui uji laboratorium dan pemeriksaan medis forensik.
Menurutnya, penyidik bersama tim Labfor dan dokter forensik akan segera menggelar perkara untuk mencocokkan hasil uji laboratorium dengan barang bukti yang disita saat olah TKP.
“Saat ini pihak laboratorium serta kedokteran forensik yang melaksanakan autopsi bersama penyidik akan segera melakukan gelar perkara atau rekonsiliasi, agar hasil temuan kandungan yang disita dapat dicocokkan secara menyeluruh,” jelasnya.
Hasil lengkap pemeriksaan forensik, kata dia, akan diumumkan setelah seluruh proses analisis selesai dan dinyatakan valid oleh pihak yang berkompeten.
“Nanti akan disampaikan oleh laboratorium forensik dan dokter yang melaksanakan otopsi, karena mereka yang paling berkompeten untuk menjelaskan secara komprehensif,” tambahnya.
Selain menunggu hasil laboratorium, polisi juga berencana meminta keterangan dari salah satu anggota keluarga korban yang selamat, berinisial ASJ. Saat ini, ASJ masih menjalani perawatan medis.
“Saudara ASJ masih dalam proses perawatan. Kami berharap yang bersangkutan segera pulih agar bisa memberikan informasi penting,” tutur Budi.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengungkapkan, kasus ini pertama kali terungkap ketika salah satu anak korban pulang dari tempat kerja dan mendapati keluarganya tergeletak tak bergerak di dalam rumah.
“Keterangan awal dari anak korban, saat membuka pintu ia melihat keluarganya dalam kondisi tergeletak dan mengeluarkan busa. Ia kemudian berteriak meminta bantuan warga sekitar,” kata Onkoseno, Jumat (2/1/2026).
Di dalam rumah tersebut, polisi menemukan dua orang lainnya yang masih hidup. Salah satu di antaranya telah dimintai keterangan, sementara satu anggota keluarga lainnya masih menjalani perawatan medis dengan kondisi yang dilaporkan berangsur stabil.
Selain memeriksa keluarga korban, kepolisian juga telah meminta keterangan dari empat orang saksi yang merupakan tetangga sekitar lokasi kejadian.
“Saksi-saksi ada empat orang, semuanya tetangga korban. Saat ini keterangannya masih kami dalami,” ujar Onkoseno.
Berdasarkan informasi sementara, korban diketahui merupakan seorang ibu tunggal yang tinggal bersama anak-anaknya. Salah satu anak korban disebut sehari-hari berjualan minuman. Hingga kini, penyebab pasti kematian satu keluarga tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan forensik.
“Untuk dugaan penyebab kematian belum bisa kami sampaikan karena proses analisa masih berlangsung,” pungkas Onkoseno. (Kusuma/Mun)
-
NASIONAL12/03/2026 20:45 WIBSegini Harta Kekayaan Yaqut Cholil Qoumas yang Kini Ditahan KPK
-
FOTO12/03/2026 23:38 WIBFOTO: Herwyn Malonda Luncurkan Buku Bawaslu di Tengah Era Big Data
-
NASIONAL12/03/2026 20:21 WIBTerbukti Rugian Negara Rp622 Miliar, KPK Tahan Yaqut Cholil Qoumas
-
EKBIS12/03/2026 16:30 WIBPerkuat Hilirisasi Pertanian, Kementan-Kemendiktisaintek-BRIN Bersinergi
-
NUSANTARA12/03/2026 15:30 WIBBMKG: Cuaca Ekstrem Ancam Jalur Penerbangan Timur
-
JABODETABEK12/03/2026 20:00 WIBLebaran 2026, Empat Juta Warga Jakarta Diperkirakan Tidak Mudik
-
NASIONAL12/03/2026 20:30 WIBPimpin Pembiayaan Taman Nasional, Presiden Prabowo Tunjuk Hashim Djojohadikusumo
-
OTOTEK12/03/2026 19:30 WIBSiap Tandingi Ferrari dan McLaren, BYD Berencana Gabung di Formula 1

















