Connect with us

POLITIK

Pengamat: Gibran Bisa Ditinggalkan Prabowo di 2029 Tergantung Hubungan dengan Jokowi

Aktualitas.id -

Pengamat: Gibran Bisa Ditinggalkan Prabowo di 2029 Tergantung Hubungan dengan Jokowi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Peluang Presiden Prabowo Subianto untuk meninggalkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 dinilai masih terbuka lebar. Namun, peluang tersebut disebut masih berada di posisi fifty-fifty, tergantung dinamika politik ke depan.

Pengamat politik Yusak Farchan menilai, keputusan Prabowo untuk kembali berpasangan atau tidak dengan Gibran akan sangat dipengaruhi oleh hubungan politiknya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

“Gibran bisa saja ditinggalkan, bisa juga tidak, tergantung pada banyak faktor seperti isu ijazah Jokowi-Gibran, relasi politik Prabowo-Jokowi, sikap politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan kinerja Gibran itu sendiri,” kata Yusak, dikutip Jumat (20/2/2026).

Menurut Yusak, saat ini mulai bermunculan kelompok-kelompok yang mendorong agar Prabowo tidak lagi menjadikan Gibran sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada 2029. Meski demikian, kelompok tersebut belum memiliki kesepakatan soal figur alternatif yang akan diusung.

“Kelompok yang menginginkan Prabowo meninggalkan Gibran memang menguat, tapi belum satu suara soal cawapres pengganti,” ujarnya.

Ia menambahkan, para elite politik saat ini juga belum membahas secara serius komposisi pasangan capres-cawapres 2029. Hal ini lantaran regulasi pemilu masih akan direvisi, sehingga peta politik masih sangat dinamis.

“Belum ada konsensus politik di level elite terhadap siapa pengganti Gibran. Ini yang membuat peta politik berkembang dinamis,” jelas Yusak.

Di sisi lain, kelompok yang menginginkan pasangan Prabowo-Gibran dua periode juga terus membangun narasi politik di ruang publik.

Yusak menilai, hingga kini hubungan politik antara Prabowo dan Jokowi masih terjalin erat. Koalisi politik keduanya belum menunjukkan tanda-tanda perpecahan.

“Sejauh ini, kongsi politik Prabowo-Jokowi masih berjalan dan belum bisa kita sebut pecah kongsi total,” katanya.

Karena itu, ia menilai Prabowo belum tentu meninggalkan Gibran. Presiden diperkirakan akan melakukan kalkulasi politik secara matang sebelum menentukan arah koalisi dan pasangan di Pilpres 2029.

“Jadi peluang Prabowo meninggalkan Gibran saya kira masih fifty-fifty,” pungkas Yusak. (Bowo/Mun)

TRENDING