Connect with us

DUNIA

Darurat Militer! Israel Isolasi Masjid Al Aqsa Buntut Perang Lawan Iran

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Otoritas Israel menutup akses ke Masjid Al Aqsa selama tiga hari berturut-turut di tengah memanasnya konflik dengan Iran. Penutupan dilakukan dengan alasan situasi keamanan di kawasan yang dinilai belum stabil.

Langkah tersebut diberlakukan sejak dimulainya perang antara Israel dan Iran pada Sabtu (28/2/2026). Aparat keamanan Israel dilaporkan meningkatkan penjagaan di sekitar kompleks masjid dan pintu masuk Kota Tua Yerusalem dengan mengerahkan personel polisi tambahan serta unit khusus.

Dilaporkan oleh Middle East Monitor, warga Palestina tidak diizinkan memasuki kompleks untuk menunaikan salat. Akses menuju kawasan tersebut dibatasi secara ketat, dan sejumlah saksi menyebut beberapa jemaah yang mencoba mendekati gerbang diminta kembali.

Sebagian wilayah Kota Tua bahkan disebut berubah menjadi area militer tertutup selama penerapan kebijakan tersebut.

Mantan mufti besar Yerusalem dan imam senior Al Aqsa, Sheikh Ikrima Sabri, mengutuk keputusan tersebut. Dalam wawancara dengan Al Jazeera yang dikutip Middle East Eye, ia menyatakan bahwa penutupan itu tidak beralasan dan mencerminkan kontrol berlebihan aparat keamanan.

Ia menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan kebebasan beribadah serta menunjukkan upaya otoritas Israel untuk mempertegas kendali atas kompleks masjid, termasuk mengurangi peran Wakaf Islam dalam pengelolaannya.

Pengamat memperingatkan bahwa perubahan terhadap status quo yang telah lama berlaku di Masjid Al Aqsa berpotensi memicu dampak keagamaan dan politik yang luas. Warga Palestina menilai penutupan ini sebagai bagian dari strategi memanfaatkan ketegangan keamanan untuk memperketat pembatasan.

Penutupan Al Aqsa selama Ramadan disebut jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, lokasi tersebut sempat ditutup pada 2014 dan 2017 saat ketegangan meningkat di Yerusalem.

Pada 2014, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut penutupan tersebut sebagai “deklarasi perang”. Selain itu, kompleks juga pernah ditutup sementara saat pandemi Covid-19 dengan alasan kesehatan masyarakat.

Di luar periode tersebut, tidak ada catatan penutupan berkepanjangan sejak pendudukan Israel atas Yerusalem Timur pada 1967. Namun, Israel juga sempat menutup lokasi tersebut selama perang 12 hari dengan Iran pada Juni lalu, yang saat itu dinilai sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh banyak warga Palestina.

Situasi di Yerusalem kini terus dipantau di tengah meningkatnya ketegangan regional yang berdampak pada stabilitas kawasan suci tersebut. (Mun)

TRENDING