DUNIA
Jerman: Kami Tidak Akan Ikut Perang Melawan Iran
AKTUALITAS.ID – Di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, Jerman mengambil sikap diplomasi yang kontras. Pemerintah Jerman secara resmi menyatakan penolakannya untuk bergabung dengan pasukan Amerika Serikat (AS) dan Israel dalam aksi militer terhadap Iran.
Sikap ini ditegaskan oleh Menteri Luar Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul. Ia menyatakan bahwa Berlin tidak memiliki rencana untuk terlibat dalam perang, apalagi mendukung langkah-langkah yang bertujuan untuk menggulingkan rezim di Teheran secara paksa.
Wadephul menekankan bahwa masa depan politik Iran sepenuhnya berada di tangan rakyatnya sendiri. Meski Jerman mendambakan Iran yang lebih demokratis, ia percaya perubahan tersebut harus lahir dari gerakan internal, bukan intervensi militer pihak luar.
“Jerman tidak berpartisipasi dalam perang ini. Dan itu akan tetap begitu,” tegas Wadephul kepada awak media, sebagaimana dikutip dari Memo, Sabtu (7/3/2026).
Politisi konservatif tersebut menambahkan bahwa Jerman tidak akan mengambil langkah konkret apa pun untuk melakukan perubahan rezim di negara mana pun. “Kami bergantung pada rakyat Iran sendiri untuk mengambil nasib mereka dan mungkin mengatasi rezim ini,” tuturnya.
Meski menolak jalan perang, bukan berarti Jerman menutup mata atas aksi provokasi Iran. Wadephul secara terbuka mengutuk serangan balasan Iran di wilayah Teluk dan mendesak Teheran untuk segera menghentikan eskalasi.
Kekhawatiran Jerman juga meluas ke wilayah Eropa dan sekitarnya. Wadephul menyoroti ancaman Iran yang kini menyasar Siprus—sebagai anggota Uni Eropa – serta laporan terbaru mengenai ketegangan terhadap Turki dan Azerbaijan.
Sebagai langkah lanjutan, Jerman berencana mengadakan konferensi pers video bersama para pejabat Uni Eropa dan negara-negara Teluk. Pertemuan ini bertujuan untuk mencari solusi diplomatik atas perkembangan terkini yang kian memanas.
Bagi Berlin, mendukung perjuangan rakyat Iran melawan tindakan represif adalah sebuah keharusan, namun mendikte masa depan politik sebuah negara melalui jalur militer adalah garis merah yang tidak akan mereka seberangi. (Mun)
-
DUNIA06/03/2026 19:00 WIBTrump Isyaratkan Fokus ke Kuba Setelah Perang Iran Selesai
-
JABODETABEK06/03/2026 19:30 WIBPemotor Tewas Disenggol TransJakarta di Bandengan Utara
-
JABODETABEK06/03/2026 17:30 WIBKabar Gembira! Dishub DKI Gelar Mudik Gratis Lebaran 2026 Angkutan Laut
-
EKBIS06/03/2026 22:00 WIBTASPEN Salurkan THR 3,2 Juta Pensiunan Tanpa Potongan
-
NASIONAL06/03/2026 18:00 WIBWakil Ketua DPR Dasco Serukan Persatuan Nasional
-
NASIONAL06/03/2026 16:00 WIBEddy Soeparno: Masa Depan AI Indonesia Bergantung pada Energi Terbarukan
-
PAPUA TENGAH06/03/2026 17:46 WIBKapal KM Jaya Baru Tenggelam di Muara Poumako Mimika
-
DUNIA06/03/2026 13:00 WIBIran Tidak Pernah Minta Gencatan Senjata dengan AS-Israel

















