NASIONAL
Pengamat: Dasco Sukses Bangun Komunikasi Pemerintah untuk Umat
AKTUALITAS.ID – Kasus dugaan penggelapan dana umat Gereja Katolik Aek Nabara sebesar Rp28 miliar yang melibatkan oknum mantan Kepala Kas BNI, Andi Hakim Febriansyah, sempat menghebohkan publik dan menjadi sorotan nasional dalam beberapa pekan terakhir.
Peristiwa ini mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan, terutama karena dana yang terdampak merupakan dana umat dalam jumlah besar.
Suster Natalia dari Paroki Aek Nabara sebelumnya telah memaparkan kronologi kasus tersebut melalui berbagai platform, mulai dari televisi, podcast hingga media cetak. Upaya tersebut kemudian mendapat respons dari pemerintah pusat.
Melalui inisiatif Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, pihak gereja akhirnya dipertemukan dengan Direktur Utama BNI. Dalam pertemuan tersebut, BNI menyatakan komitmennya untuk mengembalikan dana umat yang terdampak.
Pengamat Komunikasi Politik Swarna Dwipa Institute, Frans Immanuel Saragih, menilai langkah tersebut sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Kita bisa melihat bagaimana pemerintah hadir menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat,” ujar Frans dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Ia menegaskan, peran Dasco tidak bisa dipisahkan dari efektivitas komunikasi politik Presiden Prabowo Subianto dalam merespons isu-isu strategis di tengah masyarakat.
“Tidak bisa dipungkiri bagaimana Dasco kembali menjadi aktor penting dalam menjalankan komunikasi politik Presiden dalam berbagai persoalan yang ada,” ungkapnya.
Meski demikian, Frans mengingatkan pentingnya peningkatan literasi keuangan masyarakat, khususnya terkait produk perbankan dan investasi. Ia menekankan agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh tawaran investasi tanpa kejelasan.
“Masyarakat harus memahami secara rinci dan menerapkan prinsip kehati-hatian. Jangan mudah menanamkan uang, apalagi jika itu dana umat. Harus dicek sampai ke kantor pusat di tingkat provinsi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kewaspadaan harus ditingkatkan, bahkan untuk nominal kecil sekalipun.
“Dalam jumlah jutaan saja kita harus waspada, apalagi dalam jumlah miliaran rupiah,” lanjutnya.
Di sisi lain, Frans turut mengapresiasi langkah BNI sebagai bank milik negara yang dinilai responsif dalam menangani kasus tersebut.
“Saya mengapresiasi langkah kantor pusat BNI dalam menanggapi dan menyelesaikan kasus ini. Tinggal masyarakat harus mengawal agar dana pengembalian benar-benar dilaksanakan,” tutupnya. (Mun)
-
POLITIK23/04/2026 06:00 WIBSahroni Tegaskan Masa Jabatan Ketum Parpol Bukan Urusan KPK
-
OLAHRAGA22/04/2026 19:00 WIBJanice Tjen Gandeng Aldila Sutjiadi di Sektor Ganda, Madrid Open 2026
-
PAPUA TENGAH23/04/2026 00:01 WIBMenembus Ombak demi Wajah Baru Keakwa
-
PAPUA TENGAH22/04/2026 19:30 WIBMimika Menjemput Bola, Menambal Celah Digital
-
OTOTEK22/04/2026 21:00 WIBIoniq 3 Untuk Pasar Eropa Mulai Diperkenalkan Hyundai
-
JABODETABEK22/04/2026 17:30 WIBEmbarkasi Bekasi, Berangkatkan 445 Calon Haji Kloter Pertama
-
POLITIK22/04/2026 21:30 WIBRUU Pemilu Ditargetkan Rampung 2,5 Tahun Pemerintahan Prabowo
-
RIAU22/04/2026 20:00 WIBDukung Efisiensi Energi Nasional, Polda Riau Terapkan Skema Kerja Fleksibel Tanpa Ganggu Layanan Publik

















