Connect with us

POLITIK

Sjafrie: Ada Orang Dalam yang Tak Suka Indonesia Kuat

Aktualitas.id -

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Pernyataan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengenai keberadaan “deep state” atau negara bayangan langsung menjadi sorotan publik. Dalam pembekalan kepada ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Komponen Cadangan (Komcad), Sjafrie menyebut ada pihak-pihak yang tidak menginginkan birokrasi Indonesia menjadi kuat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat pengarahan kepada peserta Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komcad ASN di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Menurut Sjafrie, ancaman terhadap negara tidak selalu datang dari luar negeri. Ia menilai terdapat pihak-pihak dari dalam negeri yang berupaya melemahkan birokrasi dan ketahanan nasional.

“Orang-orang di luar Indonesia, bahkan juga ada orang-orang di dalam Indonesia yang kita sebut sebagai deep state. Saya pernah cerita dulu ada musuh dalam selimut, itu adalah tidak suka kalau birokrasi di Indonesia itu kuat,” kata Sjafrie.

Pernyataan tersebut segera memantik perhatian karena istilah “deep state” selama ini identik dengan kelompok atau jaringan kekuasaan informal yang diyakini memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan negara di balik struktur pemerintahan resmi.

Meski demikian, Sjafrie tidak menjelaskan secara rinci siapa pihak yang dimaksud dalam pernyataannya.

Ia lebih menekankan pentingnya kewaspadaan ASN Komcad terhadap berbagai bentuk pengaruh yang dapat melemahkan komitmen kebangsaan dan profesionalisme aparatur negara.

Menurut Sjafrie, birokrasi merupakan salah satu pilar utama negara yang harus dijaga agar tetap kuat, profesional, dan mampu melayani masyarakat secara efektif.

Karena itu, para ASN yang telah menjalani pendidikan Komcad diminta menjadi teladan di lingkungan kerja masing-masing serta menjaga integritas sebagai aparatur negara.

“Kamu harus waspada betul. Jangan sampai kamu kena pengaruh ideologi. Ideologi kita sudah jelas Pancasila, politik kita sudah jelas Undang-Undang Dasar 1945,” tegasnya.

Istilah “deep state” secara umum merujuk pada dugaan adanya jaringan kekuasaan tidak resmi yang bekerja di balik institusi negara dan memiliki kemampuan memengaruhi arah kebijakan pemerintahan tanpa melalui mekanisme politik yang terbuka.

Konsep ini sering muncul dalam perdebatan politik di berbagai negara dan kerap digunakan untuk menggambarkan kelompok yang dianggap memiliki pengaruh kuat di sektor birokrasi, intelijen, militer, ekonomi, maupun elite politik.

Namun, istilah tersebut juga sering menjadi kontroversi karena tidak selalu memiliki definisi yang pasti dan dalam banyak kasus sulit dibuktikan secara empiris.

Dalam konteks pernyataan Sjafrie, istilah deep state digunakan untuk menggambarkan pihak-pihak yang menurutnya tidak menghendaki birokrasi Indonesia berkembang menjadi lebih kuat dan efektif.

Menhan menegaskan bahwa para ASN Komcad memiliki tanggung jawab besar untuk memperkuat birokrasi dan menjaga stabilitas negara setelah kembali ke instansi masing-masing.

Menurut dia, tantangan yang dihadapi aparatur negara ke depan tidak hanya berkaitan dengan pelayanan publik, tetapi juga menyangkut ketahanan ideologi, nasionalisme, dan loyalitas terhadap negara.

“Kamu semua ASN Komcad harus kuat, harus kokoh, karena kekuatan dan kekokohanmu itu adalah landasan kamu untuk berbakti kepada negara dan bangsa,” ujarnya.

Sebanyak 1.764 peserta Latsarmil Komcad ASN berasal dari berbagai kementerian dan lembaga pemerintah. Mereka telah menjalani pelatihan dasar kemiliteran selama sekitar satu setengah bulan di sejumlah fasilitas pendidikan milik TNI sebelum resmi dilantik sebagai anggota Komponen Cadangan. (Bowo/Mun)

TRENDING