RAGAM
PHK Besar-besaran Guncang Dunia Teknologi
AKTUALITAS.ID – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran kembali mengguncang industri teknologi Amerika Serikat. Di tengah agresifnya investasi pada kecerdasan buatan (AI), ribuan pekerja justru tersingkir dari perusahaan-perusahaan raksasa.
Data terbaru dari perusahaan penempatan kerja Challenger, Gray & Christmas menunjukkan sektor teknologi mengumumkan 38.242 pemangkasan pekerjaan hanya pada Mei 2026, menjadikannya level tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir.
Lebih jauh, sepanjang tahun ini industri teknologi telah mencatat 123.653 PHK, melonjak lebih dari 65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini memperlihatkan percepatan drastis pergeseran struktur tenaga kerja di sektor yang selama ini dianggap paling dinamis.
Di saat yang sama, total PHK sektor swasta justru mengalami penurunan. Artinya, tekanan terbesar justru terkonsentrasi di industri teknologi yang kini berada di persimpangan besar: efisiensi biaya atau transformasi berbasis AI.
Chief Revenue Officer Challenger, Andy Challenger, menyebut kecerdasan buatan kini bukan lagi sekadar alat bantu, tetapi sudah menjadi faktor utama yang mengubah lanskap pekerjaan.
“Pasar tenaga kerja sedang dibentuk ulang oleh teknologi secara langsung. AI kini menjadi alasan utama yang diberikan perusahaan untuk memangkas tenaga kerja,” ujarnya.
Pernyataan itu memperkuat dugaan bahwa gelombang PHK bukan sekadar dampak perlambatan ekonomi, melainkan bagian dari pergeseran struktural besar yang dipicu otomatisasi dan AI.
Sejumlah perusahaan besar seperti Meta Platforms, Intuit, hingga Cisco Systems dilaporkan telah melakukan pengurangan tenaga kerja sebagai bagian dari restrukturisasi berbasis teknologi baru tersebut.
Namun yang menarik, di tengah gelombang PHK ini, sektor teknologi justru juga mencatat rencana perekrutan tertinggi dibanding sektor lain di Amerika Serikat, dengan lebih dari 80 ribu lowongan kerja baru diumumkan sepanjang tahun ini.
Fenomena ini menciptakan paradoks baru di dunia kerja: perusahaan yang memangkas ribuan pekerja sekaligus membuka ribuan posisi baru, namun dengan syarat keterampilan yang jauh lebih spesifik dan berbasis teknologi AI.
Sementara itu, pasar tenaga kerja AS secara umum masih terlihat stabil, dengan tingkat klaim pengangguran yang belum melonjak signifikan. Hal ini karena sebagian besar PHK terjadi di sektor pekerja kantoran atau white-collar yang tidak langsung tercermin dalam data pengangguran harian.
Kini, perhatian pasar tertuju pada laporan ketenagakerjaan resmi pemerintah AS yang diperkirakan menunjukkan penambahan sekitar 85.000 lapangan kerja pada Mei.
Jika proyeksi tersebut benar, maka Amerika Serikat akan mencatat pertumbuhan lapangan kerja selama tiga bulan berturut-turut—sekaligus menjadi periode pemulihan terkuat dalam lebih dari satu tahun terakhir.
Namun di balik angka-angka itu, satu pertanyaan besar mulai mengemuka: apakah ini benar pemulihan, atau awal dari pergeseran besar yang membuat jutaan pekerjaan lama perlahan hilang digantikan mesin? (Irawan/Mun)
-
OTOTEK06/06/2026 14:30 WIBHarga Oli Mobil Naik Juni 2026, Cek Daftar Terbaru Sebelum Servis
-
DUNIA06/06/2026 23:00 WIBPasukan IDF Israel Tewaskan Bayi Palestina Berumur 7 Bulan
-
RIAU06/06/2026 20:30 WIBPolisi Selidiki Kecelakaan Maut Tol Pekanbaru–Dumai yang Tewaskan Lima Orang
-
NASIONAL06/06/2026 16:00 WIBYusril: Jalur Kilat ITAS dan ITAP untuk WNA Sudah Dihapus
-
NASIONAL06/06/2026 19:00 WIBKursi Wamen Imipas Kosong, Istana: Masih Menunggu Evaluasi
-
JABODETABEK06/06/2026 16:30 WIBHUT Jakarta ke-499, Pramono Siapkan Wisata Gratis untuk Warga
-
OLAHRAGA06/06/2026 15:02 WIBDaftar Jadwal Piala Dunia 2026 Lengkap, Turnamen 48 Tim Pertama dalam Sejarah
-
OTOTEK06/06/2026 21:00 WIBMulai Juni 2026 WhatsApp Tak Lagi Bisa Digunakan di Sejumlah Ponsel Ini

















