NUSANTARA
4 Desa di Buol Lumpuh Diterjang Banjir Tengah Malam
AKTUALITAS.ID – Banjir bandang menerjang empat desa di Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam hingga Jumat (5/6/2026) dini hari. Bencana ini merendam ratusan rumah warga, menjebol tanggul sungai, serta memutus akses transportasi akibat ambruknya jembatan penghubung desa.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, luapan air mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul 03.00 WITA. Empat desa yang terdampak yakni Desa Mulat, Desa Mopu, Desa Bungkudu, dan Desa Potangoan.
Desa Bungkudu menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah. Sebanyak 91 rumah milik 130 kepala keluarga atau sekitar 455 jiwa terendam banjir. Selain merendam permukiman, derasnya arus juga menyebabkan tanggul sungai jebol dan menghancurkan jembatan penghubung yang selama ini menjadi akses utama masyarakat.
Kondisi serupa terjadi di Desa Mulat. Sedikitnya 45 rumah milik 53 kepala keluarga atau 193 jiwa terdampak banjir. Masjid Al-Haq yang menjadi pusat kegiatan warga juga ikut terendam genangan air.
Sementara itu, di Desa Mopu, banjir merendam 12 rumah yang dihuni 25 kepala keluarga atau sekitar 60 jiwa. Adapun kerusakan di Desa Potangoan masih terus didata oleh petugas BPBD yang berada di lapangan.
Meski menimbulkan kerusakan cukup besar pada infrastruktur dan permukiman, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengatakan tim gabungan bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Buol telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan membantu warga terdampak.
“Tim TRC sudah siaga di lokasi untuk memantau perkembangan dan membantu warga. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga serta mendistribusikan bantuan yang bersifat mendesak,” kata Asbudianto, Sabtu (6/6/2026).
Hasil kaji cepat menunjukkan kebutuhan paling mendesak saat ini adalah logistik penanggulangan bencana, perbaikan tanggul sungai yang jebol, pembangunan saluran pembuangan air, serta pembangunan jembatan darurat di Desa Bungkudu.
Jembatan darurat menjadi prioritas utama karena putusnya akses transportasi berpotensi menghambat aktivitas ekonomi dan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak.
Beruntung, kondisi banjir di sebagian besar wilayah mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Warga yang sebelumnya terdampak kini mulai membersihkan rumah mereka dari lumpur dan material yang terbawa arus banjir.
“Kondisi banjir di beberapa titik sudah mulai surut. Meskipun genangan air masih terlihat di sebagian rumah warga, situasi dilaporkan mulai kondusif dan masyarakat setempat mulai membersihkan sisa lumpur serta material banjir di rumah masing-masing,” ujar Asbudianto.
Meski air mulai surut, ancaman kerusakan infrastruktur dan potensi banjir susulan masih menjadi perhatian. Pemerintah daerah bersama BPBD kini berpacu memulihkan akses transportasi dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera terpenuhi. (Irawan/Mun)
-
RIAU22/07/2026 10:52 WIBDiikuti 15.080 Pelari, Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Ekonomi Daerah Rp58,9 Miliar
-
NASIONAL22/07/2026 07:00 WIBBaru Sebulan Menjabat, Kepala BGN Pilih Mundur
-
POLITIK22/07/2026 11:00 WIBSaan Tegaskan RUU Pemilu Tak Ganggu Agenda Pemilu
-
JABODETABEK22/07/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Didominasi Cuaca Berawan
-
NASIONAL22/07/2026 10:00 WIBEddy Soeparo Yakin Antrean BBM Bakal Susut dalam Dua Pekan
-
POLITIK22/07/2026 06:00 WIBDKPP Kuliti Dugaan Kelalaian KPU soal Dokumen Ijazah Jokowi
-
NUSANTARA22/07/2026 07:30 WIBIbu Muda dan 2 ART Tewas Tragis Dihantam Ledakan Pipa Gas Medan
-
EKBIS22/07/2026 11:30 WIBBitcoin Hijau di Tengah Perang AS-Iran

















