NUSANTARA
Baru Ganti Bos BGN, 84 Siswa Bangkalan Diduga Keracunan MBG
AKTUALITAS.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah puluhan siswa di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan yang mereka konsumsi dari program tersebut.
Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah Nanik S Deyang ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program unggulan pemerintah tersebut.
Data yang dihimpun menunjukkan sedikitnya 84 siswa SMAN 1 Kokop mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah setelah menyantap paket MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kokop. Hingga Jumat pagi, 12 siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Kokop.
Kasus ini tidak berhenti pada satu sekolah. Korban dengan gejala serupa dilaporkan berasal dari sejumlah sekolah lain dan pondok pesantren di wilayah Kokop. Total korban terus bertambah, memunculkan pertanyaan besar mengenai kualitas pengolahan, distribusi, serta pengawasan makanan dalam program yang menelan anggaran besar tersebut.
Yang membuat publik semakin menyoroti kejadian ini adalah waktu kemunculannya yang berdekatan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Konsolidasi Program MBG di Bogor. Dalam kesempatan itu, Presiden secara khusus mengingatkan para pelaksana agar menyajikan makanan yang layak dan memenuhi standar bagi para siswa.
Namun di lapangan, perhatian publik kini tidak lagi tertuju pada ukuran potongan ayam yang sempat diperlihatkan Presiden sebagai contoh standar porsi. Fokus bergeser pada aspek yang jauh lebih mendasar, yakni keamanan pangan dan kualitas makanan yang diterima para siswa.
Menurut keterangan Satgas MBG Bangkalan, para siswa mengaku makanan yang mereka konsumsi tidak berbau, tampak layak, dan memiliki rasa yang baik. Namun sekitar satu jam setelah makan, gejala mual dan pusing mulai bermunculan secara massal.
Fakta tersebut membuat dugaan penyebab kejadian menjadi semakin kompleks. Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan penelusuran rantai distribusi kini menjadi kunci untuk memastikan sumber masalah sebenarnya.
Kasus Bangkalan menjadi ujian serius bagi kepemimpinan baru di BGN. Di tengah target besar pemerintah untuk memperluas cakupan penerima manfaat MBG di seluruh Indonesia, insiden seperti ini berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap program yang digadang-gadang sebagai investasi strategis untuk masa depan generasi muda. (Mun)
-
OTOTEK06/06/2026 14:30 WIBHarga Oli Mobil Naik Juni 2026, Cek Daftar Terbaru Sebelum Servis
-
DUNIA06/06/2026 23:00 WIBPasukan IDF Israel Tewaskan Bayi Palestina Berumur 7 Bulan
-
RIAU06/06/2026 20:30 WIBPolisi Selidiki Kecelakaan Maut Tol Pekanbaru–Dumai yang Tewaskan Lima Orang
-
NASIONAL06/06/2026 14:00 WIBDari Peneleh Surabaya, Bung Karno Menjadi Tokoh Besar Indonesia
-
NASIONAL06/06/2026 19:00 WIBKursi Wamen Imipas Kosong, Istana: Masih Menunggu Evaluasi
-
NASIONAL06/06/2026 16:00 WIBYusril: Jalur Kilat ITAS dan ITAP untuk WNA Sudah Dihapus
-
OLAHRAGA06/06/2026 15:02 WIBDaftar Jadwal Piala Dunia 2026 Lengkap, Turnamen 48 Tim Pertama dalam Sejarah
-
DUNIA07/06/2026 08:00 WIBKapal Perang AS Diserang Rudal-Drone Iran

















