Connect with us

DUNIA

China Minta Kedaulatan Iran Dihormati Usai Mojtaba Khamenei Terpilih

Aktualitas.id -

China Minta Kedaulatan Iran Dihormati Usai Mojtaba Khamenei Terpilih, ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Pemerintah China menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk intervensi maupun serangan terhadap pemimpin baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Iran secara resmi menunjuk Mojtaba sebagai Pemimpin Tertinggi menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menekankan bahwa penunjukan pemimpin baru merupakan urusan internal Iran yang harus dihormati oleh negara lain.

“China menolak segala campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain dengan dalih apa pun. Kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah Iran harus dihormati,” kata Guo Jiakun dalam konferensi pers rutin di Beijing, Senin (9/3), seperti dikutip AFP.

Iran sebelumnya mengumumkan bahwa Majelis Ahli telah memilih Ayatollah Seyyed Mojtaba Hossenini Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi ketiga Republik Islam Iran. Keputusan tersebut diambil melalui forum resmi yang digelar pada Senin.

“Dengan suara yang menentukan, Majelis Ahli menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hossenini Khamenei sebagai Pemimpin ketiga sistem sakral Republik Islam Iran,” demikian pernyataan resmi lembaga tersebut.

Mojtaba Khamenei dikenal sebagai ulama tingkat menengah yang memiliki pengaruh kuat dalam struktur keamanan Iran serta jaringan bisnis yang berkembang selama kepemimpinan ayahnya.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya telah memberi sinyal dukungan penuh jika Mojtaba terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran. Setelah keputusan resmi diumumkan, sejumlah petinggi IRGC juga langsung menyatakan sumpah setia kepada pemimpin baru tersebut.

Mojtaba naik ke tampuk kepemimpinan setelah Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel di Iran pada 28 Februari lalu.

Dalam operasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut menegaskan keinginannya untuk mengganti rezim di Iran. Namun, sistem kepemimpinan ulama di negara tersebut dinilai telah mengakar kuat sehingga sulit digoyahkan.

Pernyataan China yang menolak intervensi asing terhadap Iran menunjukkan sikap Beijing yang konsisten dalam mendukung prinsip kedaulatan negara serta menentang campur tangan eksternal dalam urusan domestik negara lain. (Mun)

TRENDING