OTOTEK
FBI Bisa Intip Chat iPhone Meski Signal Sudah Dihapus
AKTUALITAS.ID – Persidangan di Amerika Serikat mengungkap fakta mengejutkan: percakapan di aplikasi Signal pada iPhone ternyata bisa diakses, bahkan setelah aplikasi dihapus. Temuan ini memicu kekhawatiran soal keamanan dan privasi digital pengguna.
Fakta baru mengenai keamanan digital terungkap dalam sebuah persidangan di Amerika Serikat. Dalam sidang tersebut, Federal Bureau of Investigation mengungkap metode untuk mengakses percakapan di aplikasi pesan terenkripsi pada perangkat iPhone.
Kasus ini mencuat dalam perkara perusakan properti di Texas, yang turut menyeret seorang terdakwa bernama Lynette Sharp. Dalam kesaksiannya, agen FBI Clark Wiethorn menjelaskan bagaimana pihaknya mendapatkan isi percakapan dari aplikasi Signal.
Menurut Wiethorn, pesan diperoleh dari penyimpanan notifikasi internal milik Apple. Menariknya, data tersebut tetap dapat diakses meskipun aplikasi Signal telah dihapus dari perangkat.
“Pesan diambil dari memori internal melalui notifikasi yang tersimpan. Namun, hanya pesan masuk yang terekam,” ungkapnya.
Temuan ini mengindikasikan adanya celah pada sistem notifikasi iPhone. Secara teknis, sistem operasi iOS menyimpan cache data notifikasi agar dapat ditampilkan dengan cepat kepada pengguna.
Jika pengguna tidak menonaktifkan pratinjau pesan di notifikasi, sebagian isi chat dapat tersimpan di memori perangkat.
Selain itu, token notifikasi dari aplikasi tetap aktif meskipun aplikasi telah dihapus. Hal ini memungkinkan sistem tetap menerima dan menyimpan notifikasi baru.
Aplikasi Signal selama ini dikenal memiliki sistem enkripsi tinggi dan dianggap lebih aman dibanding aplikasi pesan lain seperti WhatsApp dan Telegram.
Namun, kasus ini menunjukkan bahwa faktor keamanan tidak hanya bergantung pada aplikasi, tetapi juga pada pengaturan perangkat dan perilaku pengguna.
Signal sebenarnya menyediakan opsi untuk menyembunyikan isi pesan di notifikasi. Namun, dalam kasus ini, fitur tersebut tidak diaktifkan oleh pengguna.
Menanggapi potensi celah ini, Apple dilaporkan telah melakukan perubahan pada sistem validasi notifikasi melalui pembaruan iOS terbaru.
Update tersebut diyakini bertujuan untuk memperkuat perlindungan data dan menutup kemungkinan akses tidak sah terhadap cache notifikasi.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi pengguna smartphone untuk lebih memperhatikan pengaturan privasi, terutama pada notifikasi aplikasi pesan. Keamanan digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada bagaimana pengguna mengelola perangkat mereka. (Kusuma/Mun)
-
FOTO10/04/2026 16:47 WIBFOTO: Barbuk 99 Liter Miras Diamankan Petugas di Pelabuhan Pomako Papua
-
FOTO10/04/2026 18:35 WIBFOTO: Momen Pesawat Kepresidenan Dikawal Empat F-16 dan Dua T50 Golden Eagle
-
FOTO10/04/2026 17:30 WIBFOTO: PBNU Tanggapi Perkembangan Perang Timur Tengah
-
NUSANTARA10/04/2026 17:30 WIBSopir Muda Jadi Korban Tewas dalam Kecelakaan Truk Batu Bara
-
NUSANTARA10/04/2026 18:30 WIBOperasi Gabungan Ungkap Penyelundupan Sabu 4 Kg di Bandara
-
JABODETABEK10/04/2026 16:00 WIBPolisi Ringkus Komplotan KPK Gadungan yang Peras Anggota DPR
-
NASIONAL10/04/2026 18:00 WIBKejagung Tetap Gunakan BPKP untuk Audit Kerugian Negara Meski Ada Putusan MK
-
EKBIS10/04/2026 15:30 WIBPHE: Investasi di Indonesia Timur Semakin Menarik
















