Berita
Pasca Munas, Pengamat Nilai Golkar Berpotensi Konflik
AKTUALITAS.ID – Pengamat Politik dari Charta Politika, Muslimin, menilai ada potensi konflik di tubuh Partai Golkar setelah Airlangga Hartarto mengeluarkan susunan kepengurusan Golkar peride 2019-2024. Menurut Muslimin, masuknya politisi senior Golkar, seperti Aburizal Bakri, Agung Laksono, Akbar Tanjung dan Luhut Binsar Panjaitan, dan loyalis Setya Novanto, bukan jaminan bagi Golkar terhindar dari konflik internal. Sebab, […]
AKTUALITAS.ID – Pengamat Politik dari Charta Politika, Muslimin, menilai ada potensi konflik di tubuh Partai Golkar setelah Airlangga Hartarto mengeluarkan susunan kepengurusan Golkar peride 2019-2024.
Menurut Muslimin, masuknya politisi senior Golkar, seperti Aburizal Bakri, Agung Laksono, Akbar Tanjung dan Luhut Binsar Panjaitan, dan loyalis Setya Novanto, bukan jaminan bagi Golkar terhindar dari konflik internal.
Sebab, tokoh senior Golkar yang lain seperti Jusuf Kalla dan beberapa elit lainnya, misalnya, Ridwan Hisjam, Syamsul Bachri, Ibnu Munzir, Hamka B.Kadi dan Supriansyah tersingkir dari kepengurusan Golkar.
“Di Golkar ini bisa hidup dan mati berkali-kali, artinya di periode ini tidak masuk dan diperiode berikutnya masuk lagi. Kan begitu di Golkar, selalu ada yang tersisihkan,” katanya.
Ditanya soal reaksi pendukung Bambang Soesatyo pada Munas Golkar X, yang tergabung pada tim 9 yang minta Airlangga merombak kepengurusan, Muslimin mengatakan hal itu juga merupakan kekecewaan yang bakal memunculkan konflik di tubuh Golkar. Menurut Muslimin, sebagai Ketua Umum, Airlangga harus bisa membaca manuver-manuver kader Golkar yang merasa kecewa.
“Airlangga harus mengambil langkah-langkah strategis bagaimana kemudian riyak-riyak itu tidak menjadi bola salju sehingga membesar dan memunculkan konflik lagi di Golkar,” ujarnya.
Menurut Muslimin, susunan kepengurusan Golkar tidak mungkin memuaskan semua pihak. Sebab, kader Golkar cukup banyak, yang jumlahnya mencapai ribuan orang.
“Tapi kalau elit-elit merasa tidak puas dengan kepengurusan saat ini sangat mungkin terjadi konflik lagi. Tapi itu dinamika di Golkar itu biasa terjadi,” tandasnya.
-
POLITIK12/10/2026 16:00 WIBSurvei CELIOS: Rapor Prabowo-Gibran di Bawah Angka 5
-
NASIONAL12/10/2026 10:00 WIBBGN: Anak Panti Asuhan Tetap Jadi Penerima MBG
-
POLITIK12/10/2026 11:00 WIBPKS Desak DPR Bergerak soal Putusan MK Terkait Gibran
-
POLITIK12/10/2026 09:00 WIBPemakzulan Gibran, Mardiono Ingatkan Konstitusi
-
EKBIS12/10/2026 09:30 WIBIHSG Buka Hijau, Tak Lama Kemudian Terpeleset
-
NASIONAL12/10/2026 16:30 WIBHabib Syarief Desak Usut Tuntas Perusakan Bus Persib di Batang
-
NASIONAL12/10/2026 09:00 WIBKasus Pengeroyokan Siswa di Pati Jadi Evaluasi Kemensos
-
RAGAM12/10/2026 13:30 WIBBMKG Ungkap Skenario Terburuk Megathrust

















