Connect with us

NUSANTARA

Ancaman Gas Metana di Balik Kebakaran Hebat TPA Jatibarang

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, mendadak berubah menjadi lautan api pada Rabu (30/9/2026) malam. Amuk si jago merah yang bermula di zona satu kini mengganas dengan cepat, melahap habis tumpukan sampah hingga merembet ke zona dua dan tiga.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Tantri Pradono, mengonfirmasi pergerakan api yang sangat agresif di lokasi kejadian. Area yang saat ini terkepung api merupakan zona aktif pembuangan.

“Awalnya dari zona satu, terus merambat ke zona dua, zona tiga,” ungkap Tantri.

Eskalasi kobaran api memaksa Damkar Kota Semarang memutar otak dan menambah kekuatan tempur. Dari yang mulanya hanya merespons dengan dua unit pemadam, petugas terpaksa memanggil bala bantuan darurat. Total tujuh unit armada pemadam kebakaran dan satu unit mobil penyelamatan kini disiagakan penuh di lokasi.

BACA JUGA  Banjir Besar Rendam Semarang, 38 Ribu Lebih Warga Terdampak dan Jalan Utama Lumpuh

Namun, perlawanan terhadap api urung dilakukan secara frontal. Puluhan personel Damkar di lapangan dipaksa menahan diri akibat ancaman tak kasat mata yang sangat mematikan: tingginya konsentrasi gas metana di bawah tumpukan sampah.

Kondisi tersebut membuat petugas pantang mengambil risiko melakukan penyemprotan langsung guna menghindari potensi ledakan beruntun. Sebagai taktik penanganan darurat, pasukan Damkar saat ini memfokuskan seluruh tenaga untuk melakukan penyekatan jalur api.

“Kita melakukan penyekatan dulu, untuk memadamkan secara langsung tidak berani karena gas metananya tinggi,” tegas Tantri.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih bersiaga penuh di perbatasan zona aktif untuk memastikan lidah api tidak melompat ke area yang lebih luas, sembari memantau penurunan kadar gas metana sebelum eksekusi pemadaman total dapat dilakukan. (Kusuma/Mun)

BACA JUGA  1 Orang Tewas dalam Kebakaran di Dusun Boromiri Semarang

TRENDING