Connect with us

DUNIA

Wapres AS Menolak Dukung Netanyahu dalam Pemilu Israel

Aktualitas.id -

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, mengambil sikap berbeda dari Presiden Donald Trump menjelang pemilihan umum Israel. Jika Trump secara terbuka memberikan dukungan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Vance justru menegaskan dirinya tidak akan ikut campur dalam kontestasi politik negara sekutu utama Washington tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Vance dalam wawancara bersama jurnalis Mark Halperin di pesawat kepresidenan Air Force Two, Senin (19/10/2026).

Menurut Vance, fokus utamanya saat ini adalah dinamika politik domestik Amerika Serikat, khususnya menghadapi pemilihan paruh waktu yang akan datang.

“Saya mendukung kandidat Amerika, dan fokus saya adalah pemilihan paruh waktu. Saya tidak akan terlibat dalam pemilihan Israel,” tegas Vance.

BACA JUGA  Netanyahu Makin Terdesak, Partainya Cuma Diproyeksi Raih 20 Kursi

Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian karena muncul hanya beberapa hari menjelang pemungutan suara di Israel. Sikap Vance dinilai kontras dengan Trump yang baru-baru ini secara terbuka menyatakan dukungan kepada Netanyahu.

Meski memilih menjaga jarak dari politik Israel, Vance menegaskan dirinya juga tidak menentang keputusan Trump.

“Saya tidak menentang dukungannya. Saya juga tidak mendukung dukungannya. Saya tidak ikut campur dalam pemilihan umum Israel,” ujarnya.

Sikap hati-hati Vance muncul setelah Trump mengubah pendekatannya terhadap politik Israel. Pada awal Oktober, Trump sempat menyatakan dirinya tidak lagi terlibat dalam urusan politik Israel.

Namun beberapa pekan kemudian, tepatnya pada Sabtu (17/10/2026), Trump secara terbuka memberikan dukungan kepada Netanyahu melalui media sosial. Dalam unggahannya, Trump bahkan menyebut Netanyahu sebagai “Perdana Menteri Pejuang Hebat”.

BACA JUGA  Skandal Besar! Netanyahu Disebut Tutup Mata Sebelum Serangan 7 Oktober

Perbedaan sikap ini memunculkan spekulasi mengenai pendekatan yang berbeda di dalam lingkaran pemerintahan Amerika Serikat terhadap dinamika politik Israel.

Vance memilih posisi netral dengan tidak memberikan dukungan kepada kandidat mana pun. Sebaliknya, Trump mengambil langkah yang lebih terbuka dengan menunjukkan keberpihakannya kepada Netanyahu.

Yang menarik, keputusan Vance kali ini berbeda dengan sikapnya pada pemilu di negara lain. Sebelumnya ia pernah berkunjung ke Budapest untuk menunjukkan dukungan kepada Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán menjelang pemilihan umum di negara tersebut.

Di tengah memanasnya situasi politik Israel, perhatian juga tertuju pada langkah Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth. Beberapa hari menjelang pemilu, Hegseth melakukan kunjungan mendadak ke Israel.

BACA JUGA  Netanyahu Janji Gulingkan Rezim Iran

Menurut sumber yang mengetahui pertemuan tersebut, Hegseth bertemu dengan Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Senin malam.

Rangkaian perkembangan ini semakin menegaskan betapa pentingnya pemilihan umum Israel bagi dinamika politik kawasan Timur Tengah. Di saat Trump secara terbuka memberikan dukungan kepada Netanyahu, sikap netral Vance justru menghadirkan warna berbeda dari Washington menjelang salah satu pemilu paling krusial di Israel dalam beberapa tahun terakhir. (Mun)

TRENDING