Connect with us

DUNIA

Sejarah Tercipta! Suara Arab Kini Penentu Takhta PM Israel

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Dinamika politik Israel diguncang kejutan elektoral. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, nasib kursi Perdana Menteri baru Israel tidak lagi hanya ditentukan oleh kubu sayap kanan atau oposisi, melainkan oleh kekuatan partai-partai Arab yang merangsek naik sebagai kingmaker (penentu kekuasaan).

Data penghitungan sementara Komite Pemilu Pusat Israel hingga Rabu (28/10) memperlihatkan hasil yang mengunci posisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Dari 50,1 persen suara yang masuk, blok Netanyahu mengamankan 56 kursi, disusul blok oposisi dengan 49 kursi.

Di sinilah sejarah tercipta: partai-partai Arab secara mengejutkan berhasil menyegel 15 kursi di Knesset (Parlemen Israel).

Karena tak ada satu pun blok yang menyentuh angka minimal 61 kursi dari total 120 kursi Knesset untuk membentuk pemerintahan mayoritas, posisi 15 kursi milik partai Arab menjadi sangat mahal dan krusial. Manuver mereka kini memegang kunci, siapa yang akan memimpin Israel berikutnya.

BACA JUGA  Museum Nasional Resmikan ImersifA Sebagai Ruang Imajinasi Sejarah

Ledakan suara untuk partai Arab ini bukan tanpa alasan. Warga Arab yang mendominasi sekitar 20 persen dari total pemilih Israel, secara tradisional kerap apatis. Namun kali ini, kemarahan memicu perlawanan. Mereka berbondong-bondong ke bilik suara demi satu tujuan utama: meruntuhkan koalisi sayap kanan ekstrem Netanyahu yang diisi oleh tokoh garis keras seperti Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich.

Perayaan pecah di Nazareth, markas besar partai Joint List. Para pendukung menggaungkan euforia sekaligus peringatan keras bagi rezim berkuasa. Chant “Ben-Gvir, pulanglah!” menggema keras dari kerumunan, menandai penolakan mutlak terhadap kebijakan rasis dan opresif.

Pemimpin Joint List, Yousef Jabareen, menyebut ledakan partisipasi pemilih Arab ini sebagai kemenangan besar.

BACA JUGA  Mengungkap Sejarah dan Asal Usul Puasa Ramadan

“Ini adalah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat bersejarah dalam masyarakat Arab kita,” tegas Jabareen.

Ia menjanjikan kekuatan baru di parlemen ini akan digunakan sebagai senjata utama untuk mengakhiri mimpi buruk masyarakat Arab di Israel, mulai dari diskriminasi, rasisme, krisis kejahatan, hingga perampasan dan penghancuran paksa rumah warga.

Jika tren ini berlanjut, proyeksi menunjukkan gabungan Joint List dan partai Raam berpotensi mengukir rekor sepanjang masa dengan meraup hingga 17-19 kursi. Di sisi lain, partai Yashar pimpinan Gadi Eisenkot diproyeksikan mengamankan 21-23 kursi.

Kini, nasib Netanyahu berada di ujung tanduk. Parlemen Israel harus tunduk pada realitas baru: kekuatan suara Arab tak lagi bisa disingkirkan. (Mun)

BACA JUGA  Netanyahu Klaim Menang Telak dalam Pemilu Israel

TRENDING