EKBIS
Gila! Haji Isam Dapat ‘Suntikan’ Dana Segar Rp40 Triliun dari Bank Mandiri
AKTUALITAS.ID – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kembali mencetak langkah agresif dalam penyaluran kredit korporasi raksasa. Bank pelat merah ini resmi mengguyur fasilitas kredit dengan plafon fantastis mencapai Rp40 triliun kepada PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik taipan Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam.
Senior Vice President Corporate Secretary Group Bank Mandiri, Andhika Vista, mengungkapkan bahwa dari total plafon jumbo tersebut, entitas bisnis Jhonlin Group telah melakukan penarikan dana sebesar Rp17 triliun. Langkah berani Bank Mandiri ini sontak memicu sorotan, mengingat jaminan yang digunakan melibatkan gadai saham terafiliasi, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN).
Andhika buru-buru menepis spekulasi liar di pasar. Ia menegaskan bahwa kucuran dana Rp40 triliun ini murni untuk ekspansi bisnis, bukan untuk amunisi perdagangan saham. “Tujuan penggunaan fasilitas kredit tersebut dalam rangka pengembangan usaha meliputi capex (belanja modal) serta kebutuhan pembiayaan perusahaan dan Group Usaha Jhonlin di industri batu bara dan penunjangnya,” tegasnya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Rabu (28/10/2026).
Terkait risiko kredit macet, Bank Mandiri mengklaim telah memasang ‘sabuk pengaman’ berlapis. Agunan yang dijaminkan berupa aset tetap dan non-aset tetap dipastikan jauh lebih besar dari fasilitas kredit yang diberikan. Mengacu pada harga terendah intraday saham JARR dan PGUN dalam satu bulan terakhir, Collateral Coverage Ratio diklaim masih sangat aman di level 150 persen. Penilaian aset non-saham pun telah dieksekusi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) independen.
Bank Mandiri tidak mau kecolongan fluktuasi pasar. Jika nilai jaminan merosot, bank telah menyiapkan klausul pengamanan ekstra. “Telah diatur dalam perjanjian kredit mengenai mekanisme top-up atau penambahan agunan atau penurunan outstanding fasilitas kredit di luar pembayaran angsuran pokok terjadwal dalam hal ketentuan coverage agunan tidak terpenuhi,” tambah Andhika.
Untuk jaminan pelunasan, Bank Mandiri bertumpu penuh pada kekuatan arus kas grup usaha Haji Isam di sektor batu bara. Mekanisme sinking-fund atau dana cadangan juga telah dikunci untuk memastikan kewajiban angsuran pokok dan bunga terbayar mulus.
Di sisi lain, pergerakan agresif penyaluran kredit ini sejalan dengan manuver pencarian dana segar Bank Mandiri di pasar global. Belum lama ini, tepatnya pada 11 September 2026, BMRI sukses meluncurkan surat utang senilai US$750 juta atau sekitar Rp13,4 triliun di Bursa Efek Singapura, menyusul penerbitan Additional Tier 1 Perpetual Non-Cumulative Capital Securities dengan imbal hasil 7,35 persen bagi investor internasional. (Mun)
-
RAGAM27/10/2026 23:00 WIBIndonesia Berada di Pertemuan Empat Lempeng Tektonik Aktif
-
POLITIK27/10/2026 17:00 WIBDoli Khawatir Seleksi KPU Pakai Aturan Kedaluwarsa
-
RAGAM27/10/2026 19:30 WIBGrace Debbie Kandou Masuk Bursa Rektor Unsrat 2026–2030, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
-
JABODETABEK27/10/2026 22:00 WIBPeluru Nyasar Bikin Geger Showroom Mobil Jakarta Timur
-
RIAU27/10/2026 18:30 WIBDPRD Pelalawan Setujui APBD-P Rp1,663 Triliun, Kepentingan Rakyat Diutamakan
-
DUNIA27/10/2026 18:00 WIBChina Siapkan Radar Rahasia di Sayap Jet Siluman J-20
-
JABODETABEK27/10/2026 17:30 WIBWarga Ngotot Ancol Gratis, DPRD Beri Syarat Khusus Lewat Jalur CSR
-
DUNIA27/10/2026 15:00 WIBKalahkan Flavio Bolsonaro, Lula da Silva Menang Pilpres Brasil 2026
















