Connect with us

DUNIA

Iran Peringatkan Dampak Ekonomi Global Jika Israel Menyerang Lagi

Aktualitas.id -

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi. (Xinhua)

AKTUALITAS.ID – Eskalasi konflik di Timur Tengah kini berada di ambang jurang yang mengancam stabilitas global. Pemerintah Iran melancarkan gertakan keras, memperingatkan bahwa setiap serangan susulan dari Israel akan memicu efek domino destruktif yang mampu meremukkan pasar ekonomi internasional.

Peringatan bernada ancaman ini diletupkan Teheran di tengah proses penghitungan suara Pemilu legislatif Israel. Hasil kontestasi politik tersebut digadang-gadang menjadi penentu utama apakah rezim Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan terus memicu pertempuran langsung atau menahan diri.

Ancaman terbesar terpusat pada jalur vital penerbitan energi dunia: Selat Hormuz. Jalur maritim strategis yang melayani seperlima pasokan minyak dan gas cair dunia tersebut kini berada dalam mode pembatasan ketat oleh militer Iran.

BACA JUGA  Harga Minyak Dunia Tumbang, Brent dan WTI Anjlok

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan teguran keras tersebut di sela-sela Forum Negara-negara Pengekspor Gas di Moskow, merespons potensi manuver militer gabungan Israel dan Amerika Serikat.

“Dampak yang menghancurkan terhadap pasar internasional, yang mungkin timbul akibat petualangan militer yang dipicu oleh Israel di kawasan Teluk Persia, tetap menjadi kekhawatiran utama, baik bagi pemasok maupun konsumen gas,” tegas Araghchi melalui akun resminya di media sosial X.

Di balik ancaman perang terbuka, pimpinan politik Iran dilaporkan tetap membuka jalur diplomasi intensif bersama mediator internasional seperti Qatar dan Pakistan. Pembahasan difokuskan pada skema gencatan senjata untuk menyetop konfrontasi langsung yang meletus sejak akhir Februari lalu, sekaligus menentukan nasib pembukaan kembali Selat Hormuz.

BACA JUGA  Harga Emas Stabil di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Namun, selama Netanyahu tetap bersikeras pada ambisinya menumbangkan rezim Teheran, pasar energi dunia dipastikan akan terus tersandera dalam ketidakpastian ekstrem. (Mun)

TRENDING