Berita
Kerusakan Jembatan di Lebak Akibat Banjir Capai Rp56 M
AKTUALITAS.ID – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak Maman Suparman mengatakan kerusakan jembatan karena terdampak banjir Lebak dan tanah longsor mencapai Rp56 miliar. “Kami dalam waktu dekat ini akan merealisasikan pembangunan jembatan yang terdampak bencana banjir Lebak, berupa banjir bandang dan tanah longsor,” kata Maman di Lebak, Jumat (10/1/2020), seperti dikutip […]
AKTUALITAS.ID – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak Maman Suparman mengatakan kerusakan jembatan karena terdampak banjir Lebak dan tanah longsor mencapai Rp56 miliar.
“Kami dalam waktu dekat ini akan merealisasikan pembangunan jembatan yang terdampak bencana banjir Lebak, berupa banjir bandang dan tanah longsor,” kata Maman di Lebak, Jumat (10/1/2020), seperti dikutip Antara.
Kerusakan infrastuktur jembatan yang terdampak banjir Lebak tersebut sudah dilaporkan kepada Bupati Lebak Iti Oktavia dan Gubernur Banten Wahidin Halim.
Sebab, jembatan tersebut terdapat kewenangan Kabupaten Lebak juga kewenangan Provinsi Banten.
Berdasarkan hasil pencatatan di lapangan kerusakan jembatan tersebut tercatat 28 unit di antaranya jembatan permanen, semi permanen dan jembatan gantung.
Kerusakan jembatan itu tersebar di Kecamatan Lebak Gedong, Sajira, Cipana, Maja, Curug Bitung dan Cimarga.
Akibat kerusakan jembatan tersebut, katanya, hingga kini aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh, karena tidak bisa dilintasi angkutan roda dua dan roda empat yang menghubungkan antarkecamatan dan antardesa.
“Kami optimistis pembangunan jembatan itu bisa kembali pertumbuhan ekonomi warga kembali normal,” ujarnya menjelaskan.
Menurut dia, saat ini, daerah yang terdampak banjir bandang dan longsor masih terisolasi akibat jembatan putus dan banyak lumpur.
Masyarakat yang terkena banjir bandang dan longsor masih tinggal di pengungsian karena jembatan penghubung itu ada yang putus juga ada yang rusak berat.
Pemerintah daerah secepatnya merealisasikan pembangunan jembatan, setelah masa tanggap darurat berakhir.
“Kami menargetkan dua bulan pembangunan jembatan itu sudah rampung,” katanya menjelaskan.
Sementara itu, Camat Cipanas, Kabupaten Lebak,Najamudin, mengapresiasi masyarakat yang dilanda banjir bandang dan longsor membangun jembatan darurat dari bambu dengan cara gotong royong. Pembangunan jembatan darurat itu menghubungkan antardesa Luhur Jaya, Sipayung, Bintangresmi dan Bintangsari.
Sebab, akses jembatan itu cukup vital untuk menopang kegiatan ekonomi masyarakat juga anak-anak pergi ke sekolah.
“Kami secepatnya jembatan gantung darurat itu akan dibangun jembatan gantung permanen dan didanai oleh pemerintah daerah setempat,” katanya.
-
JABODETABEK18/10/2026 05:30 WIBBMKG: 6 Wilayah Jakarta Cerah Membara Minggu Ini
-
NASIONAL18/10/2026 06:00 WIBAsap Karhutla Meluas, Eddy Soeparno Dorong AI untuk Memburu Titik Api
-
NASIONAL18/10/2026 04:30 WIBSenator ProDem Desak Prabowo Bentuk Satgas Khusus Usut Dugaan Karhutla
-
DUNIA18/10/2026 00:00 WIBHouthi Serang Istana Presiden Yaman
-
NASIONAL18/10/2026 00:04 WIBMensos: Karya Jurnalistik Jadi Inspirasi Pengembangan Sekolah Rakyat
-
RIAU18/10/2026 10:30 WIBDPRD Bengkalis Tekankan Pendidikan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
-
NASIONAL18/10/2026 13:00 WIBProDem Desak RUU Masyarakat Adat Segera Disahkan
-
NUSANTARA18/10/2026 06:30 WIBLima Kawasan Gunung di Jatim Terbakar