DUNIA
Saudi Tak Mau Pertaruhkan Dukungan Rakyat demi Israel
AKTUALITAS.ID – Di tengah meningkatnya serangan kelompok Houthi Yaman terhadap wilayahnya, Arab Saudi justru mengambil langkah yang mengejutkan. Kerajaan secara tegas menolak tawaran bantuan militer dari Israel meskipun ancaman keamanan terhadap fasilitas strategis Saudi terus meningkat.
Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS), pemimpin de facto kerajaan yang selama ini menjadi tokoh sentral dalam kebijakan luar negeri dan keamanan Saudi.
Menurut laporan surat kabar Israel Haaretz, MbS tidak tertarik menerima bantuan militer dari Israel karena khawatir kerja sama terbuka dengan Tel Aviv akan memicu reaksi negatif dari masyarakat Arab Saudi.
Keputusan itu memperlihatkan bahwa pertimbangan politik domestik masih menjadi faktor utama dalam hubungan Saudi dengan Israel, meski kedua pihak memiliki kepentingan yang sama dalam menghadapi ancaman kelompok Houthi dan pengaruh Iran di kawasan.
Hingga kini, Arab Saudi masih belum memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Dalam hampir satu dekade terakhir, Israel terus berupaya mendorong normalisasi hubungan dengan negara-negara Arab, termasuk Riyadh.
Namun posisi Arab Saudi tetap konsisten. Kerajaan berulang kali menegaskan bahwa normalisasi hubungan dengan Israel hanya dapat terjadi jika terdapat kemajuan nyata terkait pengakuan dan kemerdekaan Palestina.
Tawaran bantuan militer Israel dinilai sebagian pengamat sebagai pintu masuk menuju kerja sama keamanan yang lebih erat antara kedua negara. Jika diterima, langkah tersebut berpotensi membuka jalan bagi hubungan diplomatik yang selama ini menjadi target Tel Aviv.
Laporan mengenai tawaran bantuan itu muncul saat situasi keamanan Saudi sedang berada dalam tekanan besar. Serangan Houthi terhadap berbagai fasilitas strategis, termasuk bandara internasional, terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu dilaporkan menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Sehari kemudian, serangan kembali menghantam bandara yang sama dan menyebabkan seorang warga Pakistan tewas serta belasan orang mengalami luka-luka.
Rentetan serangan tersebut memperlihatkan kemampuan Houthi untuk menjangkau target-target strategis di jantung Arab Saudi, sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan kawasan.
Dalam sebuah tulisan opini di Times of Israel, pengacara Israel Avi Kamionski menilai kondisi saat ini sebenarnya dapat menjadi momentum bagi Israel untuk menawarkan kerja sama yang lebih luas kepada Riyadh.
Menurutnya, ancaman Houthi terhadap jalur pelayaran Laut Merah dan Bab al-Mandeb berpotensi mengganggu kepentingan ekonomi Arab Saudi yang semakin bergantung pada rute tersebut untuk ekspor minyak.
“Iran mempersempit Selat Hormuz sehingga Arab Saudi mengirim lebih banyak minyaknya melalui Laut Merah. Jika Houthi dapat mengancam jalur tersebut, mereka dapat mengancam perekonomian Saudi,” tulis Kamionski.
Ia bahkan mendorong pemerintah Israel menawarkan bantuan konkret berupa berbagi intelijen mengenai aset Houthi dan Iran di Yaman, kerja sama pertahanan udara dan rudal, koordinasi keamanan di Laut Merah, hingga dukungan operasi militer yang dibutuhkan Riyadh.
Meski demikian, Arab Saudi tampaknya belum siap membuka pintu tersebut. Di tengah meningkatnya ancaman keamanan, Riyadh tetap memilih mempertahankan posisinya terkait isu Palestina dan berhati-hati terhadap potensi dampak politik dari kerja sama terbuka dengan Israel.
Sikap MbS menunjukkan bahwa bagi Arab Saudi, persoalan geopolitik di Timur Tengah tidak semata-mata soal keamanan dan militer. Faktor legitimasi politik, opini publik, serta komitmen terhadap isu Palestina masih menjadi pertimbangan utama yang sulit diabaikan.
Di saat Houthi terus menggempur sasaran strategis Saudi dan ketegangan kawasan semakin meningkat, penolakan terhadap tawaran Israel menjadi sinyal bahwa jalan menuju normalisasi hubungan kedua negara masih jauh dari kata mulus. (Mun)
-
OTOTEK17/10/2026 20:00 WIBGoogle Wanti-Wanti Peretas Bisa Kuasai Komputer dari Jarak Jauh
-
DUNIA17/10/2026 21:00 WIBTerkuak! AS Siapkan Emak dari Segala Bom untuk Hantam Iran
-
JABODETABEK17/10/2026 22:00 WIBNiat Numpang Tidur, Bocah 11 Tahun di Depok Malah Disodomi
-
NASIONAL18/10/2026 06:00 WIBAsap Karhutla Meluas, Eddy Soeparno Dorong AI untuk Memburu Titik Api
-
NASIONAL17/10/2026 19:00 WIBKemenkum Mulai Godok Putusan MK soal Revisi UU Peradilan Militer
-
NASIONAL17/10/2026 17:00 WIBKomisi IV DPR Soroti Karhutla yang Menewaskan Empat Petugas di Bromo
-
JABODETABEK18/10/2026 05:30 WIBBMKG: 6 Wilayah Jakarta Cerah Membara Minggu Ini
-
NUSANTARA17/10/2026 23:00 WIBBMKG Buka Suara Soal Cuaca Panas Ekstrem di Jawa