Berita
Kluster Penyebaran Corona, Jokowi Minta Imigran, Pemudik dan Jamaah Tablig Diawasi ketat
AKTUALITAS.ID – Presiden Joko Widodo mengingatkan, bahaya munculnya kluster-kluster baru dalam penyebaran virus corona atau Covid-19. Beberapa kluster menjadi potensi penularan baru. Untuk itu, Presiden minta untuk diawasi secara ketat. Presiden Jokowi mengingatkan itu untuk menghindari adanya gelombang kedua dari penyebaran virus mematikan ini. Terutama mereka yang kembali ke Tanah Air. Seperti pekerja imigran yang […]
AKTUALITAS.ID – Presiden Joko Widodo mengingatkan, bahaya munculnya kluster-kluster baru dalam penyebaran virus corona atau Covid-19. Beberapa kluster menjadi potensi penularan baru. Untuk itu, Presiden minta untuk diawasi secara ketat.
Presiden Jokowi mengingatkan itu untuk menghindari adanya gelombang kedua dari penyebaran virus mematikan ini. Terutama mereka yang kembali ke Tanah Air. Seperti pekerja imigran yang semakin banyak kembali ke Indonesia.
Juga kluster jamaah tablig, yang mana mereka adalah dari India dan tertahan di negara tersebut lantaran kebijakan lockdown.
“Kita harus melakukan monitor ketat potensi penyebaran di beberapa kluster. Ada kluster pekerja migran, kluster jamaah tablig,” kata Presiden Jokowi dalam rapat daring kabinet terbatas mengenai laporan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Senin (4/5/2020).
Kluster lain yang berpotensi menjadi penyebar adalah kluster rembesan pemudik. Dimana saat ini, masih ada beberapa warga yang nekat mudik walau dilarang. Tetapi beberapa diantaranya juga lolos dalam pengawasan.
Selanjutnya adalah kluster industri, yang dikhawatirkan juga bisa menjadi kluster baru. Di Jawa Timur, salah satu industri rokok baru diketahui kalau banyak pekerjanya yang dinyatakan positif Covid-19.
Jokowi ingin, potensi-potensi menjadi penyebaran baru virus ini harus benar-benar diawasi. Seperti pekerja migran, yang jumlahnya tidak sedikit kembali ke Tanah Air.
“Kita lihat pekerja migran Indonesia laporan yang saya terima sudah 89 ribu yang sudah kembali dan akan bertambah lagi kemungkinan 16 ribu. Ini betul-betul harus ditangani dikawal secara baik di lapangan, sehingga jangan sampai muncul gelombang kedua,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Munculnya kasus baru di industri juga, menurut Jokowi, harus benar-benar dicek. Ada kekhawatiran, penerapan protokol kesehatan terhadap karyawan di lingkungan industri itu, tidak diterapkan dengan benar.
“Kita harus memastikan industri-industri yang diizinkan beroperasi yang mana, harus dicek di lapangan. Mereka melakukan protokol kesehatan secara ketat atau tidak,” katanya.
-
RAGAM14/09/2026 22:00 WIB10 Tanda Diabetes Bisa Muncul di Kulit
-
DUNIA15/09/2026 00:00 WIBKebakaran Hutan Dahsyat Hanguskan Kawasan Mewah Costa del Sol Spanyol
-
OASE15/09/2026 05:00 WIBUmat Islam Wajib Percaya Seluruh Kitab Ini Tanpa Terkecuali
-
EKBIS15/09/2026 09:30 WIBIHSG Jeblok! 3 Saham Bank Jumbo Ikut Terseret
-
NASIONAL15/09/2026 07:00 WIBFahd Arafiq hingga Eks Bupati Kebumen Masuk OTT KPK
-
NASIONAL15/09/2026 16:00 WIBJurnalis Hilang, Pencarian Tembus Bengkulu
-
POLITIK15/09/2026 14:00 WIBGolkar Angkat Suara soal OTT Fahd
-
DUNIA15/09/2026 15:00 WIBIRGC Klaim Tembak Jatuh Drone AS di Selat Hormuz