Berita
Dua Fakta Gaib Terjadi Sebelum Roh Dicabut dari Tubuh Manusia
Terdapat dua hal yang terjadi sebelum roh manusia dicabut. Salah satunya adalah Allah SWT mempunyai rasa berat yang mendalam untuk mencabut seorang mukmin. Dikutip dari buku Azab dan Nikmat Kubur karya Syekh Husain bin Audah al-Awaisyah, terdapat riwayat dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT berfirman, ‘Siapa saja yang menyakiti kekasihku maka […]
Terdapat dua hal yang terjadi sebelum roh manusia dicabut. Salah satunya adalah Allah SWT mempunyai rasa berat yang mendalam untuk mencabut seorang mukmin.
Dikutip dari buku Azab dan Nikmat Kubur karya Syekh Husain bin Audah al-Awaisyah, terdapat riwayat dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT berfirman, ‘Siapa saja yang menyakiti kekasihku maka aku telah mengumumkan perang kepadanya, dan tidaklah seorang hamba mendekati-Ku dengan sesuatu yang Aku sukai dari apa-apa yang Aku wajibkan kepadanya, dan senantiasa seorang hamba mendekati-Ku dengan amalan sunnah sehingga Aku mencintainya, dan jika Aku mencintainya maka aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, penglihatannya yang dengannya dia melihat, tangannya yang dengannya dia memukul, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya, dan jika dia memohon perlindungan kepada-Ku, niscaya Aku akan melindunginya. Dan tidaklah Aku ragu-ragu untuk melakukan sesuatu yang akan Aku lakukan seperti keraguan-Ku untuk mencabut jiwa seorang Mukmin. Karena dia membenci kematian, sedangkan Aku tidak ingin menyakitinya.'” (HR Bukhari).
Setelah menuturkan hadits tersebut, Ibnu Taimiyah lalu berkata, “… Allah menjelaskan bahwasanya Dia ragu. Perlu dipahami bahwa keraguan yang dimaksud adalah dua kehendak yang terkesan saling berlawanan, yaitu:
Pertama, Allah menyukai apa yang disukai hamba-Nya dan Dia membenci apa yang dibenci hamba-Nya. Karena dia membenci kematian maka Allah pun membenci kematian baginya, sebagaimana Allah berfirman dalam sebuah hadits qudsi: ‘Sedangkan Aku tidak ingin menyakitinya.’
Kedua, Allah telah menakdirkan kematian, padahal si hamba tidak menginginkannya. Perbedaan sudut pandang pada kedua hal inilah yang dimaksud dengan ‘ragu-ragu’ pada konteks hadits ini. Lalu, Dia jelaskan bahwa kematian itu harus terjadi.'”
Kemudian, kejadian yang kedua adalah setan juga hadir menjelang kematian. Setan sangat bersemangat untuk hadir menjelang kematian tiba agar seseorang mengakhiri kehidupannya dengan keburukan, kefasikan, dan kemaksiatan, sebagaimana dia bersemangat untuk mendampingi manusia dalam semua perbuatan.
Diriwayatkan dari Jabir RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh, setan mendatangi salah seorang dari kalian dalam berbagai keadaan, bahkan dia datang ketika ia sedang makan. Karena itu, jika ada sesuap makanan yang terjatuh dari salah seorang di antara kalian maka hendaklah dia membersihkannya dari kotoran lalu memakannya, dan janganlah dia membiarkannya dimakan setan. Jika dia selesai dari makannya maka hendaklah dia menjilat jari jemarinya karena dia tidak tahu di bagian makanan yang mana keberkahan itu berada.” (HR Muslim)
-
RIAU17/02/2026 16:00 WIBJelang Imlek dan Ramadan, Dishub Bengkalis Siagakan Lima Armada Roro untuk Layani Lonjakan Arus
-
JABODETABEK17/02/2026 13:30 WIBTiga Pencuri Batik Tulis Rp1,3 Miliar di JCC Senayan Ditangkap Polisi
-
NUSANTARA17/02/2026 08:30 WIBPaman dan Bibi di Surabaya Diduga Aniaya Balita
-
NASIONAL17/02/2026 14:00 WIBKPK Minta Lapor Dewas soal Dugaan Penyidik Minta Rp 10 M Kasus RPTKA
-
NASIONAL17/02/2026 13:00 WIBPDIP Tolak Pengiriman Pasukan ke Gaza tanpa PBB
-
NASIONAL17/02/2026 09:00 WIBSekjen Golkar: Revisi UU KPK Bukan Hanya Inisiatif DPR
-
PAPUA TENGAH17/02/2026 19:15 WIBPatroli Humanis Operasi Damai Cartenz 2026 Perkuat Rasa Aman Warga Sinak
-
RAGAM17/02/2026 10:30 WIBMengenal Sejarah Imlek dari Masa Soekarno hingga Gus Dur dan Megawati

















