Berita
Rupiah Kembali Menguat di Level Rp14.000 per dolar AS
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menguat pada perdagangan hari ini, Kamis, (4/6/2020). Rupiah bergerak di kisaran Rp14.000 per dolar AS. Di pasar spot, rupiah diperdagangkan di level Rp14.096 per dolar AS, menguat 0,21 persen dari level penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp14.126. Bahkan, rupiah sempat menyentuh level terendahnya di posisi […]
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menguat pada perdagangan hari ini, Kamis, (4/6/2020). Rupiah bergerak di kisaran Rp14.000 per dolar AS.
Di pasar spot, rupiah diperdagangkan di level Rp14.096 per dolar AS, menguat 0,21 persen dari level penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp14.126. Bahkan, rupiah sempat menyentuh level terendahnya di posisi Rp13.989.
Sementara itu, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), nilai tengah rupiah hari ini dipatok di level Rp14.165 per dolar AS. Menguat dari nilai tengah kemarin, Rabu, 3 Juni 2020 di level Rp14.245 per dolar AS.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, sebelumnya juga telah menyampaikan optimismenya bahwa nilai tukar rupiah memang masih berpotensi terus menguat dengan adanya koordinasi kebijakan yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi wabah Covid-19.
“Ini tentu saja kami masih melihat peluang ke depan untuk nilai tukar rupiah yang menguat,” kata dia saat telekonferensi, usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Rabu 3 Juni 2020.
Kondisi itu masih tidak terlepas dari berkurangnya keinginan investor atau pelaku pasar keuangan terhadap aset-aset yang dianggap aman, khususnya dolar AS akibat ricuh demonstrasi atas kematian George Floyd. Indeks dolar AS turun 0,3 persen menjadi 97,38 pada hari kemarin, begitu juga harga emas juga turun 2,1 persen menjadi US$1.697,10 per ounce.
Dari sisi domestik, pemerintah bersama dengan BI dan Otoritas Jasa Keuangan menyiapkan revisi Peraturan Presiden (Perpres) No.54/2020 untuk menampung perubahan postur fiskal yang digunakan untuk penanganan dampak pandemi Covid-19. Outlook belanja negara 2020 mencapai Rp2.738,4 triliun atau lebih tinggi Rp124,5 triliun dari outlook Perpres No.54/2020.
“Ini tentu saja dari koordinasi yang erat antara kebijakan fiskal, moneter maupun juga di bidang sektor keuangan, itu yang mendukung stabilitas dan konfiden dari pasar, investor, dalam dan luar negeri untuk ekonomi kita,” tuturnya kemarin.
-
FOTO25/04/2026 08:51 WIBFOTO: Golkar Peringati Refleksi Paskah Nasional 2026
-
EKBIS24/04/2026 21:00 WIBMenkeu: Revisi Aturan DHE SDA Akan Terbit Dalam Waktu Dekat
-
OTOTEK24/04/2026 18:00 WIBMobil Berbasis AI Diciptakan Produsen Alat Sedot Debu
-
PAPUA TENGAH24/04/2026 22:00 WIBPemantauan Kasus Kekerasan di Puncak Diperkuat
-
JABODETABEK24/04/2026 20:00 WIBProgres LRT Jakarta Fase 1B Sudah Mencapai 91 Persen
-
OLAHRAGA24/04/2026 23:00 WIBTaklukan Phonska di Leg Pertama Final Proliga, JPE Buka Kans Juara
-
NASIONAL25/04/2026 13:00 WIBPeringatan Hari Otonomi Daerah, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana
-
OASE25/04/2026 05:00 WIBKopi Dalam Khazanah Islam: “Si Hitam yang Penuh Keistimewaan”

















