Berita
Dipicu Konflik Politik, Perdana Menteri Tunisia Mundur
Perdana Menteri Tunisia Elyes Fakhfakh meletakkan jabatannya pada Rabu (15/7) setelah terlibat konflik politik dengan kelompok islamis dari Partai Ennahdha. Pejabat kepresidenan menyatakan pengunduran diri Fakhfakh bertujuan mencegah konflik politik lebih dalam. “Keputusan diambil mempertimbangkan kepentingan nasional dan bertujuan untuk mencegah konflik lebih dalam di antara institusi negara, dan untuk menegakkan prinsip moral dalam kehidupan […]
Perdana Menteri Tunisia Elyes Fakhfakh meletakkan jabatannya pada Rabu (15/7) setelah terlibat konflik politik dengan kelompok islamis dari Partai Ennahdha.
Pejabat kepresidenan menyatakan pengunduran diri Fakhfakh bertujuan mencegah konflik politik lebih dalam.
“Keputusan diambil mempertimbangkan kepentingan nasional dan bertujuan untuk mencegah konflik lebih dalam di antara institusi negara, dan untuk menegakkan prinsip moral dalam kehidupan politik,” demikian pernyataan resmi pejabat kepresidenan seperti dikutip CNN.com.
Ennahdha adalah partai yang memenangkan pemilu, namun tidak memegang kursi mayoritas di parlemen. Partai ini hanya menguasai 54 dari 217 kursi di parlemen. Mereka akhirnya masuk dalam pemerintahan koalisi.
Sebelumnya, Partai Ennahdha telah mengajukan mosi tidak percaya terhadap Fakhfakh yang duduk di kursi perdana menteri pada Februari lalu.
Dalam situasi konflik politik itu Fakhfakh juga terjerat dalam kasus dugaan konflik kepentingan. Ia sedang diselidiki lantaran tak bisa mengalihkan sahamnya di sebuah perusahaan swasta yang baru-baru ini memenangkan sebuah kontrak publik.
Kasus yang menjerat Fakhfakh terjadi saat Tunisia dalam kondisi rapuh secara ekonomi akibat dihantam wabah virus corona (Covid-19).
“Situasi ekonomi dan sosial saat ini sangat serius dan hanya bisa diatas oleh pemerinatahan yang pemimpinnya tidak dalam kasus konflik kepentingan,” kata salah satu politikus senior Ennahdha Abdelkarim Harouni.
Harouni kepada radio Tunisia, sesaat sebelum Fakhfakh mundur menyatakan bahwa partainya akan mengajukan mosi tidak percaya di parlemen, sebelum Juli berakhir.
-
POLITIK21/10/2026 14:00 WIBWaka Komisi II DPR Dorong Penguatan DKPP
-
JABODETABEK21/10/2026 14:30 WIBRatusan Warga Tangsel Terserang Muntaber
-
NASIONAL21/10/2026 12:00 WIB
Netanyahu: Israel Siap Serang Iran Sendiri Tanpa AS
-
RIAU21/10/2026 15:30 WIBPolda Riau Bongkar Gudang Penyelewengan BBM Subsidi 6.500 Liter
-
EKBIS21/10/2026 09:00 WIBBahlil Ancam Tindak Operator yang Biarkan Konten Adu Domba
-
NUSANTARA21/10/2026 13:30 WIB129 Hari Tak Masuk Kerja, Hakim PN Cibinong Diberhentikan
-
POLITIK21/10/2026 11:00 WIBDua Tahun Prabowo-Gibran, NasDem Ingatkan Pemerintah Jangan Tuli
-
DUNIA21/10/2026 18:00 WIBTrump Sebut Paris Bakal Jadi Kota Muslim