Berita
Trump Klaim Vaksin Covid-19 untuk Masyarkat AS Tersedia April 2021
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan vaksin Covid-19 untuk masyarakat Amerika akan tersedia pada April 2021. Pengumuman ini di tengah Eropa yang sedang dihantam gelombang dua corona. Sebagai negara yang paling terpukul pandemi Covid-19, Trump melihat persetujuan cepat dari vaksin juga bisa mendongkrak kampanye pemilihannya kembali. Apalagi, ia sebelumnya dikalahkan oleh lawannya, Joe Biden, yang […]
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan vaksin Covid-19 untuk masyarakat Amerika akan tersedia pada April 2021. Pengumuman ini di tengah Eropa yang sedang dihantam gelombang dua corona.
Sebagai negara yang paling terpukul pandemi Covid-19, Trump melihat persetujuan cepat dari vaksin juga bisa mendongkrak kampanye pemilihannya kembali. Apalagi, ia sebelumnya dikalahkan oleh lawannya, Joe Biden, yang memimpin dalam jajak pendapat jelang pemungutan suara 3 November mendatang.
“Ratusan juta dosis akan tersedia setiap bulan, dan kami berharap memiliki cukup vaksin untuk setiap orang Amerika pada April [2021],” kata Trump, Jumat (18/9), dilansir AFP.
Trump telah mengisyaratkan vaksin pertama dapat lampu hijau pada Oktober mendatang, jadwal yang dianggap terlalu optimis oleh pejabat kesehatannya sendiri yang mengatakan bahwa akhir tahun atau awal 2021 lebih masuk akal. Bahkan WHO menjelaskan sampai 2022 tidak ada vaksin Covid-19.
AS diketahui mengembangkan vaksin Covid yang melibatkan perusahaan farmasi AS Pfizer Inc. dan BioNTech SE Jerman.
AS menyumbang lebih dari 198 ribu dari 947 ribu kematian dunia sejak virus corona muncul di China Desember lalu, sementara lebih dari 30,2 juta kasus positif telah tercatat.
Baru-baru ini, sejumlah negara Eropa memberlakukan pembatasan lokal baru untuk mengurangi beban kasus yang meningkat, usai dihantam gelombang dua.
Israel melangkah lebih jauh, menjadi negara besar pertama yang memberlakukan lockdown nasional yang akan berlangsung selama tiga minggu.
Otoritas Madrid memberlakukan lockdown sebagian pada hampir satu juta orang, di mana pemerintah Inggris mulai meluncurkan langkah-langkah baru yang membatasi kontak sosial di beberapa wilayah. Sementara, Irlandia menetapkan larangan makan dalam ruangan di restoran dan pub di Dublin.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan tidak meragukan lagi bahwa negaranya sekarang akan menghadapi gelombang kedua.
“Kami melihatnya di Prancis, di Spanyol, di seluruh Eropa – itu benar-benar membuat saya khawatir, tak terelakkan bahwa kami akan melihat gelombang dua di negara ini,” katanya, saat mengunjungi lokasi pusat vaksin baru.
Di Prancis, di mana kasus harian baru mencapai rekor 13 ribu per Jumat, saat ini sedang berjuang untuk menciptakan kapasitas pengujian yang cukup karena epicentrum baru muncul setiap hari.
Kota Nice di Riviera melarang kelompok lebih dari 10 orang bertemu di pantai, di taman, atau kawasan publik.
“Kami menambahkan sekitar 1,8 hingga dua juta kasus per minggu ke jumlah kasus global, dan rata-rata antara 40 ribu hingga 50 ribu kematian,” kata direktur darurat WHO Michael Ryan pada konferensi pers virtual.
Trump Klaim Vaksin Covid-19 untuk Masyarkat AS Tersedia April 2021″Untungnya itu tidak meningkat secara eksponensial. Ini adalah angka yang sangat tinggi untuk diselesaikan. Itu bukanlah sesuatu yang kita inginkan.”
-
POLITIK08/10/2026 20:00 WIBPengamat SDI: Putusan MK Gibran Buka Kotak Pandora Baru
-
DUNIA08/10/2026 21:00 WIBTrump Klaim Kerusuhan Prancis Terkait Singgung Migrasi dan Islam
-
NUSANTARA08/10/2026 23:00 WIBSopir Ojol Tewas Ditikam Anak Kekasihnya di Kamar Kos
-
NASIONAL08/10/2026 22:00 WIBIni Kriteria yang Berhak Dapat Subsidi Haji Rp 3 Juta
-
DUNIA08/10/2026 18:00 WIBCIA Peringatkan Potensi Konflik Internal di Israel
-
NASIONAL08/10/2026 16:00 WIBEddy Soeparno: Blue Carbon RI Bisa Jadi Magnet Investasi
-
NASIONAL08/10/2026 17:00 WIBGus Ipul Ungkap Ribuan Pegawai Kemensos Terpapar Judi Online
-
NASIONAL08/10/2026 19:00 WIBPuadi : Demokrasi Bisa Kalah oleh Algoritma
















