Berita
Selasa Pagi, Dolar AS Pepet Rupiah di Rp 14.705
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini ada di level Rp 14.705. Angka tersebut tercatat melemah 6 poin (0,04%) dibandingkan kemarin. Demikian dikutip dari data RTI, Selasa (20/10/2020). Hingga pukul 09.30 WIB, dolar AS tercatat bergerak di rentang Rp 14.665-14.715. Jika dibandingkan sepekan terakhir, dolar AS tercatat menguat 0,19%. Sedangkan […]
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini ada di level Rp 14.705. Angka tersebut tercatat melemah 6 poin (0,04%) dibandingkan kemarin.
Demikian dikutip dari data RTI, Selasa (20/10/2020). Hingga pukul 09.30 WIB, dolar AS tercatat bergerak di rentang Rp 14.665-14.715.
Jika dibandingkan sepekan terakhir, dolar AS tercatat menguat 0,19%. Sedangkan secara bulanan, dolar AS melemah 0,28%.
Dari data perdagangan Reuters, dolar AS pagi ini melemah 20 poin ke Rp 14.750. Pergerakannya sejauh ini ada di rentang Rp 14.650-14.720.
Selain terhadap rupiah, mata uang Paman Sam juga terpantau melemah terhadap dolar Taiwan, won Korsel, dan dolar Singapura. Sebaliknya menguat terhadap yen Jepang, baht Thailand, dan yuan China.
Sementara rupiah pagi ini hanya kalah unggul terhadap dolar Taiwan. Rupiah tercatat paling unggul pagi ini terhadap dolar Australia, baht Thailand, dan ringgit Malaysia.
-
DUNIA19/10/2026 15:00 WIBDemo Mahasiswa dan Kenaikan Biaya Hidup Picu Kekacauan di Belgia
-
JABODETABEK19/10/2026 05:30 WIBBMKG Ungkap Suhu dan Kelembapan Jakarta pada Senin 19 Oktober 2026
-
NUSANTARA19/10/2026 08:30 WIBKemenkes Catat 2.609 Kasus ISPA pada 17 Oktober 2026
-
DUNIA19/10/2026 12:00 WIBHakim Timothy J. Kelly Perintahkan Pemerintah Trump Pertahankan Akses Pers
-
POLITIK19/10/2026 07:00 WIBGolkar Bidik Ambang Batas Parlemen 5 Persen
-
RAGAM19/10/2026 08:15 WIBBukan Sekadar Warehouse Sale, FYP Abby and Gail Ajak Gen Z Kenali Kebutuhan Kulit
-
POLITIK19/10/2026 11:00 WIBDoli Ungkap Kejanggalan Dokumen PKPU yang Kini Jadi Polemik
-
NUSANTARA19/10/2026 11:00 WIBBMKG Ingat Puncak Musim Hujan Bisa Datang Lebih Ekstrem