NUSANTARA
BMKG Ingat Puncak Musim Hujan Bisa Datang Lebih Ekstrem
AKTUALITAS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi seiring transisi Indonesia dari musim kemarau menuju musim hujan pada akhir 2026. Di saat yang sama, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat upaya mitigasi dengan mendorong pembentukan sekolah siaga bencana di berbagai daerah.
Peringatan ini muncul setelah musim kemarau 2026 berlangsung lebih panjang dan relatif lebih kering akibat pengaruh fenomena El Nino. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko ketika curah hujan mulai meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, mengatakan pemerintah daerah dan masyarakat harus segera menyiapkan langkah antisipasi menghadapi perubahan ancaman bencana yang akan terjadi.
“Saat ini kita semua sedang menangani dampak bencana kekeringan. Namun, dalam waktu dekat kita tentunya juga harus bersiap menghadapi bencana hidrometeorologi saat musim basah tiba,” ujar Teguh.
BMKG memprediksi sekitar 61,08 persen wilayah daratan Indonesia mengalami kemunduran awal musim hujan dibandingkan kondisi normal. Meski demikian, puncak musim hujan diperkirakan tetap terjadi pada periode Desember hingga Februari di sebagian besar wilayah Indonesia.
Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachry Radjab, mengingatkan masyarakat agar tidak salah mengartikan mundurnya awal musim hujan sebagai berkurangnya ancaman bencana.
Menurutnya, meski hujan datang lebih lambat, puncak musim hujan tetap akan terjadi pada waktu yang sama. Kondisi ini berpotensi meningkatkan intensitas hujan dalam waktu yang lebih singkat.
“Satu hal yang perlu kami sampaikan juga bahwa awal musim hujan datangnya mundur, tapi puncaknya sama. Artinya puncak musim hujan akan tetap terjadi di Desember, Januari, Februari, tetapi perlu waspada ketika musim hujan langsung puncak,” jelas Fachry.
Di tengah ancaman hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan cuaca ekstrem, BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi bencana lain seperti gempa bumi, megathrust, serta letusan gunung api.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, menekankan bahwa kesiapsiagaan tidak boleh dilakukan secara insidental, melainkan harus menjadi proses pembelajaran jangka panjang yang berkelanjutan.
“Penguatan kapasitas menyangkut pelatihan untuk mitigasi dan kesiapsiagaan tidak boleh dianggap sebagai agenda sekilas, melainkan proses pembelajaran berkelanjutan sepanjang hidup,” kata Abdul Muhari.
Sebagai bagian dari strategi pengurangan risiko bencana, BNPB terus mendorong implementasi program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di sekolah-sekolah.
Program tersebut berfokus pada tiga pilar utama, yakni penyediaan fasilitas sekolah yang aman dari bencana, penyusunan prosedur evakuasi yang jelas, serta integrasi pendidikan kebencanaan ke dalam proses belajar mengajar.
BNPB menilai simulasi bencana yang dilakukan secara rutin sangat penting, terutama bagi siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Melalui latihan yang berulang, peserta didik diharapkan mampu membangun respons cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat yang sebenarnya.
“Melalui pendekatan latihan yang terstruktur dan rutin, para siswa diharapkan mampu membentuk memori jangka panjang sehingga dapat mengambil keputusan dan bertindak cepat saat menghadapi situasi darurat yang sebenarnya,” ujar Muhari.
Peringatan BMKG dan langkah mitigasi BNPB ini menjadi sinyal penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Setelah menghadapi ancaman kekeringan berkepanjangan, Indonesia kini bersiap memasuki musim hujan yang berpotensi membawa risiko banjir, tanah longsor, hingga berbagai bencana alam lainnya jika langkah antisipasi tidak dilakukan sejak dini. (Irawan/Mun)
-
DUNIA19/10/2026 00:00 WIBSaudi Minta Houthi Diputus dari Pasokan Senjata
-
RAGAM18/10/2026 23:00 WIBKaki Bau? Jangan Anggap Sepele
-
RAGAM18/10/2026 17:00 WIBBMKG Ingatkan Pesisir Jakarta hingga Bali Terancam Rob
-
NASIONAL18/10/2026 13:00 WIBProDem Desak RUU Masyarakat Adat Segera Disahkan
-
DUNIA18/10/2026 18:00 WIBKrisis Air Makin Parah, Polisi Meksiko Tembakkan Gas Air Mata ke Massa
-
DUNIA18/10/2026 12:00 WIBNama Mohammad Jadi Bahan Lawakan Trump
-
NASIONAL18/10/2026 22:00 WIBAsap Karhutla Tak Kunjung Padam, Mahasiswa UGM Surati Bos ASEAN
-
NASIONAL18/10/2026 16:00 WIBKemenkes Imbau Warga Waspada Dampak Asap Karhutla