Berita
KemenPuPR Tagih Pemprov DKI Dalam Pembebasan Lahan Ciliwung untuk Normalisasi
AKTUALITAS.ID – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menagih komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pembebasan lahan di Kali Ciliwung, untuk normalisasi sungai. Firdaus Ali, sebagai staf ahli Kementerian PU bidang Sumber Daya Air yang hadir dalam rapat bersama Panitia Khusus banjir DPRD DKI menegaskan kebutuhan DKI atasi banjir adalah normalisasi sungai, bukan naturalisasi. “Sekali […]
AKTUALITAS.ID – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menagih komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pembebasan lahan di Kali Ciliwung, untuk normalisasi sungai. Firdaus Ali, sebagai staf ahli Kementerian PU bidang Sumber Daya Air yang hadir dalam rapat bersama Panitia Khusus banjir DPRD DKI menegaskan kebutuhan DKI atasi banjir adalah normalisasi sungai, bukan naturalisasi.
“Sekali lagi, normalisasi, sesuai dengan kesepakatan kita 2015, karena kita enggak normal,” ucap Firdaus usai hadiri rapat, Senin (19/10/2020).
Firdaus mengkritik narasi Gubernur DKI Anies Baswedan yang mengatakan naturalisasi sungai sebagai upaya mengendalikan banjir. Sebab, ahli hidrologi dari Universitas Indonesia itu menjelaskan ada perbedaan fungsi dasar antara naturalisasi dengan normalisasi.
Secara fungsi, kata Firdaus, normalisasi untuk mengontrol banjir. Sementara naturalisasi untuk estetika sungai. Selain perbedaan fungsi, menurutnya, naturalisasi hanya boleh diterapkan di sungai-sungai kecil.
“Sekarang, kalau mau naturalisasi boleh, di kawasan kecil,” kata dia.
Oleh sebab itu, Firdaus kembali mendorong Pemprov segera melakukan pembebasan lahan di wilayah Kali Ciliwung, agar Kementerian Pekerjaan Umum bisa segera melakukan normalisasi sungai.
Firdaus mengingatkan, berdasarkan perjanjian 2015 antara Pemprov DKI dengan pemerintah pusat, pembebasan lahan adalah tanggung jawab DKI.
“Kita, memang pemerintah pusat menjamin proses fisik konstruksinya, tetapi untuk memindahkan warga itu kan sudah disepakati tanggung jawab pemerintah DKI Jakarta. Lalu, kemudian ketika ganti pimpinan, pimpinan merasa tidak perlu membebaskan lahan ya kami pemerintah pusat enggak bisa memaksa,” tuturnya.
-
RIAU09/09/2026 09:15 WIBTukang Gigi Tewas Dikeroyok Tetangga
-
JABODETABEK09/09/2026 06:30 WIB5 Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini
-
DUNIA08/09/2026 21:00 WIBPresenter TV dan 11 Orang Dijatuhi Hukuman Mati
-
NASIONAL08/09/2026 19:00 WIBGerindra Tapteng Tarik Dukungan Pemakzulan Masinton
-
JABODETABEK09/09/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Diguyur Hujan Ringan Hari Ini
-
POLITIK09/09/2026 07:00 WIBTak Terima Difitnah, PDIP Lapor Polisi Soal Isu ‘Ojol Settingan’
-
NUSANTARA09/09/2026 12:30 WIBAnak Krakatau Kembali Erupsi
-
OASE09/09/2026 05:00 WIB10 Pesan Al-Qur’an tentang Mata yang Menyentuh Hati