Berita
Setelah Divaksin Covid-19, Dua Petugas Kesehatan di Inggris Alami Reaksi Alergi
Pejabat kesehatan di Inggris mengingatkan orang yang memiliki riwayat alergi tidak mengikuti program vaksinasi setelah dua petugas kesehatan yang menerima suntikan vaksin Pfizer/BioNTech mengalami reaksi alergi. Dua petugas kesehatan ini disuntik pada hari pertama vaksinasi pada Selasa. “Seperti lazimnya dengan vaksin baru, MHRA (Badan Regulator Produk Obat dan Kesehatan) telah menyarankan dengan dasar kehati-hatian bahwa […]
Pejabat kesehatan di Inggris mengingatkan orang yang memiliki riwayat alergi tidak mengikuti program vaksinasi setelah dua petugas kesehatan yang menerima suntikan vaksin Pfizer/BioNTech mengalami reaksi alergi. Dua petugas kesehatan ini disuntik pada hari pertama vaksinasi pada Selasa.
“Seperti lazimnya dengan vaksin baru, MHRA (Badan Regulator Produk Obat dan Kesehatan) telah menyarankan dengan dasar kehati-hatian bahwa orang dengan riwayat reaksi alergi yang signifikan tidak menerima vaksinasi ini setelah kemarin dua orang dengan riwayat reaksi alergi yang signifikan merespons secara negatif,” jelas pernyataan Direktur Medis Nasional Layanan Kesehatan Inggris (NHS), Stephen Powis, dikutip dari CNN, Kamis (10/12).
“Tiap orang dengan riwayan reaksi alergi yang signifikan terhadap vaksin, obat-obatan atau makanan (seperti riwayat reaksi anafilaktoid sebelumnya atau mereka yang telah disarankan untuk membawa injeksi adrenalin otomatis) tidak boleh menerima vaksin Pfizer/BioNtech,” jelas MHRA.
Pada Selasa, Inggris menjadi negara pertama yang mulai melakukan vaksinasi terhadap warganya, dengan suntikan Covid-19 yang sepenuhnya diperiksa dan disahkan, momen penting dalam pandemi virus corona.
Menurut PA Media, kedua petugas kesehatan tersebut memiliki riwayat reaksi alergi yang signifikan dan membawa autoinjektor adrenalin. Ribuan orang secara keseluruhan diyakini telah divaksinasi di Inggris pada Selasa.
Tantangan logistik dalam pembuatan dan pendistribusian puluhan juta vaksin berarti pelaksanaannya akan bertahap, dengan orang-orang yang paling rentan dan petugas kesehatan berada di urutan pertama.
Pada Selasa pagi, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan kepada media Inggris, vaksin “secara bertahap akan membuat perbedaan yang sangat besar.”
-
FOTO10/07/2026 13:45 WIBFOTO: Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Ditahan KPK Terkait Gratifikasi
-
NASIONAL10/07/2026 00:00 WIBBupati Sukoharjo Diduga Kena OTT
-
DUNIA10/07/2026 12:00 WIBIran Klaim Serang Target AS di Empat Negara Arab
-
NASIONAL09/07/2026 23:45 WIBHarta Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Naik Hampir Rp12 Miliar dalam Tiga Tahun, Didominasi Aset Properti
-
JABODETABEK10/07/2026 06:30 WIB5 Lokasi SIM Keliling Jakarta Resmi Dibuka Hari Ini
-
NASIONAL10/07/2026 16:34 WIBKortas Tipikor Geledah Sejumlah Lokasi Kasus Batu Bara, Video Lama Idrus Marham soal “Bongkar-bongkaran Hukum” Kembali Viral
-
OASE10/07/2026 05:00 WIBAyat Al-Qur’an Ini Bikin Hati Tenang Saat Kehilangan
-
NASIONAL10/07/2026 18:47 WIBMahfud MD soal “Setan Ketemu Setan” dan Saling Bongkar Korupsi Viral Lagi