Berita
Melawan Saat Ditangkap, Polisi Tembak Betis Kanan Buronan Jambret Sadis di Mataram
AKTUALITAS.ID – Seorang buronan kasus jambret di wilayah hukum Polresta Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang kabarnya tidak segan melukai korban dengan cara sadis akhirnya berhasil ditangkap. Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa di Mataram, Selasa, mengatakan, yang bersangkutan berhasil ditangkap oleh Tim Puma di wilayah Karang Ujung, Kecamatan Ampenan. “Yang bersangkutan kami […]
AKTUALITAS.ID – Seorang buronan kasus jambret di wilayah hukum Polresta Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang kabarnya tidak segan melukai korban dengan cara sadis akhirnya berhasil ditangkap. Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa di Mataram, Selasa, mengatakan, yang bersangkutan berhasil ditangkap oleh Tim Puma di wilayah Karang Ujung, Kecamatan Ampenan.
“Yang bersangkutan kami tangkap dengan turut mengamankan sebilah pisau belati dari dalam tas miliknya,” kata Kadek Adi.
Buronan itu diketahui berinisial HW alias Pesot (23). Ia ditangkap di salah satu indekos wilayah Karang Ujung menyusul hasil penelusuran Tim Puma di lapangan.
Saat ditangkap pada Senin (21/12/2020), jelas Kadek Adi, pria asal Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat itu sempat berupaya melarikan diri. Sehingga dengan terpaksa anggota melumpuhkannya dengan timah panas yang bersarang di betis kanan.
“Karena mengalami luka tembak, jadi setelah diamankan, yang bersangkutan langsung kita berikan pertolongan medis ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram,” ujarnya.
Identitas HW terungkap dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian berdasarkan keterangan salah seorang rekannya yang lebih dulu tertangkap. Bersama rekannya berinisial AA yang penanganan kasusnya kini telah dilimpahkan ke kejaksaan, HW melakukan aksi jambret di jalan raya dengan menodongkan senjata tajam ke arah korban.
Karena merasa terancam, korban menyerahkan harta berharga kepada HW. Salah satunya telepon genggam milik korban. “Bahkan ada juga kasusnya dengan korban yang pernah dia tusuk. Beruntungnya korban masih bisa tertolong,” kata Kadek Adi.
Kini HW yang mendekam di balik jeruji besi Rutan Polresta Mataram ditetapkan sebagai tersangka. Akibat perbuatannya yang bersangkutan terancam pidana penjara paling berat sembilan tahun sesuai Pasal 363 KUHP tentang Pencurian.
Selain itu, pelaku yang juga masuk dalam daftar residivis ini disangkakan Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam yang dapat mengancam keselamatan jiwa orang lain.
-
NUSANTARA23/08/2026 10:00 WIBKarhutla Sumsel Tembus 1.926 Ha
-
DUNIA23/08/2026 08:00 WIB16 Nyawa Melayang dalam Serangan Drone Rusia
-
NASIONAL23/08/2026 09:00 WIBWamenaker: Aktivis Kunci Indonesia Lebih Baik
-
NASIONAL23/08/2026 11:00 WIBMenteri LH Bongkar 335 Perusahaan Nakal
-
NASIONAL23/08/2026 17:00 WIBPemerintah Gelontorkan Rp1,2 Triliun untuk Pangan Bencana
-
NUSANTARA23/08/2026 13:00 WIBKepala Balai TNWK: Ada Dugaan Way Kambas Sengaja Dibakar
-
NASIONAL23/08/2026 14:00 WIBGolkar Desak BMKG Perkuat Alarm Gempa
-
JABODETABEK23/08/2026 16:00 WIBPramono Belum Putuskan Tarif Parkir Naik

















