Berita
Epidemiolog: Cuti Bersama Harusnya Ditiadakan
AKTUALITAS.ID – Pakar epidemiologi dr Pandu Riono mengatakan cuti bersama untuk libur Natal dan tahun baru seharusnya ditiadakan sama sekali untuk membatasi penularan COVID-19 karena potensi peningkatan aktivitas masyarakat. “Kenapa dikasih cuti bersama? Seharusnya ditiadakan sama sekali,” kata Pandu seperti dikutip dari Antaranews Sebelumnya libur akhir tahun yang digabungkan dengan cuti bersama dan libur pengganti […]
AKTUALITAS.ID – Pakar epidemiologi dr Pandu Riono mengatakan cuti bersama untuk libur Natal dan tahun baru seharusnya ditiadakan sama sekali untuk membatasi penularan COVID-19 karena potensi peningkatan aktivitas masyarakat.
“Kenapa dikasih cuti bersama? Seharusnya ditiadakan sama sekali,” kata Pandu seperti dikutip dari Antaranews
Sebelumnya libur akhir tahun yang digabungkan dengan cuti bersama dan libur pengganti Idul Fitri 2020 berjumlah 11 hari, tetapi pemerintah kemudian memangkasnya menjadi hanya delapan hari.
Cuti bersama yang dipangkas adalah pada 28-30 Desember 2020, sedangkan hari libur yang akhirnya tetap diberlakukan adalah libur Natal pada 24-27 Desember 2020. Sementara 31 Desember yang merupakan hari cuti bersama sebagai pengganti cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah tetap diberlakukan.
Untuk Tanggal 1 Januari 2021 memang merupakan hari libur, sementara Tanggal 2 dan 3 adalah libur Sabtu dan Minggu.
Pandu Riono menilai cuti bersama yang tetap diberlakukan pada Tanggal 31 Desember dan ditambah hari libur lainnya mendorong masyarakat untuk tetap beraktivitas, seperti berlibur, sehingga kebijakan pemangkasan cuti bersama pada 29-30 Desember 2020 dinilai tidak efektif.
Sementata itu, ia menilai bahwa pengawasan terhadap aktivitas kerumunan masyarakat di luar rumah juga kurang efektif karena kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hanya diberlakukan di beberapa daerah saja.
Untuk pengawasan di wilayah lain, menurutnya, tampak seperti biasa, tidak ada pembatasan.
“PSBB cuma di Jakarta. Kalau Jakarta bagus, begitu diketatkan turun, tapi begitu longgar, kasusnya naik lagi,” katanya.
Kebijakan PSBB, menurutnya, bisa efektif membatasi penularan COVID-19 jika dilaksanakan secara ketat. Namun demikian, ia mengatakan bahwa lockdown atau karantina wilayah adalah pilihan paling tepat untuk membatasi aktivitas warga untuk saat ini.
-
OLAHRAGA10/05/2026 16:00 WIBUsai Insiden di Spa-Francorchamps, Sean Gelael Finis P14
-
NASIONAL10/05/2026 11:00 WIBAmien Rais Dinilai Siap Tanggung Semua Risiko
-
OTOTEK10/05/2026 17:30 WIBALVA Studio Indy Bintaro Fasilitas Motor Listrik Terpadu
-
EKBIS10/05/2026 11:30 WIBEmas Antam Tak Bergerak Seinci Pun Hari Ini
-
DUNIA10/05/2026 17:00 WIB72.736 Orang Tewas Akibat Agresi Israel di Gaza
-
RAGAM10/05/2026 15:00 WIBJangan Tertipu! Segini Tarif Resmi Kursi Roda di Masjidil Haram
-
NASIONAL10/05/2026 13:00 WIBRektor IPB Tegaskan Kampus Tak Kelola SPPG Program MBG
-
JABODETABEK10/05/2026 19:00 WIBAmankan HUT GRIB Jaya, Polda Metro Jaya Kerahkan 480 Personel