Berita
Anggap China Bisa Invasi, AS Kerahkan Kapal Perang Perusak Rudal ke Selat Taiwan
Angkatan Laut Amerika Serikat mengerahkan kapal perusak rudal USS John Finn ke Selat Taiwan pada Kamis (11/3). Pengerahan kapal perang itu dilakukan sehari setelah Komandan Satuan Militer AS di Indo-Pasifik, Philip Davidson menganggap China bisa menginvasi Taiwan dalam enam tahun ke depan karena Beijing terus menandingi kekuatan militer AS di kawasan itu. Armada Angkatan Laut […]
Angkatan Laut Amerika Serikat mengerahkan kapal perusak rudal USS John Finn ke Selat Taiwan pada Kamis (11/3).
Pengerahan kapal perang itu dilakukan sehari setelah Komandan Satuan Militer AS di Indo-Pasifik, Philip Davidson menganggap China bisa menginvasi Taiwan dalam enam tahun ke depan karena Beijing terus menandingi kekuatan militer AS di kawasan itu.
Armada Angkatan Laut AS Ketujuh AS mengatakan kapal kelas Arleigh Burke, USS John Finn, melakukan transit rutin melalui Selat Taiwan yang memisahkan daratan China dan Taipei.
“Pelayaran ketiga sejak Presiden Joe Biden menjabat menunjukkan komitmen AS untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” kata armada tersebut melalui pernyataan.
Dikutip AFP, kapal perang AS secara berkala melakukan latihan navigasi di selat tersebut yang kerap memicu amarah China.
Transit kapal perang serupa yang terakhir juga berlangsung ketika China menuduh Davidson berusaha “meningkatkan” ancaman militer China.
AS dan banyak negara lain memandang Selat Taiwan sebagai perairan internasional yang bisa dilalui oleh siapa saja.
Selama ini, China menganggap Taiwan sebagai wilayah pembangkang lantaran berkeras ingin memerdekakan diri sebagai negara berdaulat.
Relasi China dan Taiwan juga terus memburuk setelah Taipei dipimpin oleh Presiden Tsai Ing-wen, yang merupakan pemimpin pro-demokrasi.
Namun, Presiden China, Xi Jinping, berkeras tidak akan membiarkan Taiwan merdeka. Ia bahkan bersumpah akan melakukan segala cara, termasuk perang militer untuk mempertahankan Taiwan.
Sementara itu, AS mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taiwan ke China pada 1979. Meski begitu, AS tetap menjadi sekutu tidak resmi dan pendukung militer terpenting bagi Taiwan di bawah perjanjian Taiwan Relations Act.
Mantan Presiden AS, Donald Trump, merangkul hubungan yang lebih hangat dengan Taiwan saat dia berselisih dengan China tentang masalah-masalah seperti perdagangan dan keamanan nasional.
Untuk pertama kalinya, AS juga mengundang perwakilan Taiwan untuk hadir dalam pelantikan Presiden Joe Biden pada 20 Januari lalu. Langkah itu membuat China geram.
-
NASIONAL11/09/2026 10:00 WIBKetum BM PAN Doakan 5 Jurnalis Hilang Segera Ditemukan
-
NASIONAL11/09/2026 10:15 WIBMaruarar Sirait: Buku Industri Properti 8% Jadi Referensi Program 3 Juta Rumah
-
EKBIS11/09/2026 09:15 WIBIHSG Anjlok Nyaris 2% di Awal Perdagangan
-
RIAU11/09/2026 09:45 WIBTinjau Karhutla Pelalawan, Aslog Kapolri Siapkan Formulasi Pemadaman Gambut
-
JABODETABEK11/09/2026 05:30 WIBBMKG: Awan Tebal Mengintai Jakarta Jumat Ini
-
DUNIA11/09/2026 08:00 WIBSerangan Israel Tewaskan Satu Keluarga di Gaza
-
NASIONAL11/09/2026 09:00 WIBDPR Dorong Satu Kementerian Khusus Urusan Bencana
-
JABODETABEK11/09/2026 06:30 WIBJadwal SIM Keliling Jakarta Jumat 11 September 2026