Berita
Soal Larangan Ekspor Batubara Diprotes, Luhut : Kita Longgarkan
AKTUALITAS.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah tengah mengkaji larangan ekspor batubara, usai kebijakan larangan ekspor batubara mendapat protes dari Korea Selatan (Korsel) dan Jepang. “Sekarang kita mulai longgarkan, sekarang lagi kita selesaikan hari-hari ini, hari ini besok,” kata Luhut kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (10/1/2022). […]
AKTUALITAS.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah tengah mengkaji larangan ekspor batubara, usai kebijakan larangan ekspor batubara mendapat protes dari Korea Selatan (Korsel) dan Jepang.
“Sekarang kita mulai longgarkan, sekarang lagi kita selesaikan hari-hari ini, hari ini besok,” kata Luhut kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (10/1/2022).
Menurut dia, pembahasan terkait kebijakan ekspor batubara dalam tahap finalisasi dan akan diumumkan. Luhut menyampaikan pemerintah juga akan segera menjawab protes yang dilayangkan Korsel dan Jepang.
“Ada ada (pengumuman), lagi akan kita finalkan sekarang. Nanti sore kita jawab atau besok (soal protes Korsel dan Jepang),” ujar Luhut.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyerukan larangan ekspor batu bara selama periode 1-31 Januari 2021. Kebijakan itu mendapat tentangan dari sejumlah negara yang bergantung pada suplai batu bara dari Tanah Air.
Larangan tersebut mendorong harga batu bara di China dan Australia lebih tinggi pada pekan lalu. Sejumlah kapal yang dijadwalkan mengangkut batu bara ke pembeli utama seperti Jepang, China, Korea Selatan, dan India juga kini tertahan di Kalimantan.
Menindaki situasi ini, Jepang dan Korea Selatan sebelumnya sudah meminta Pemerintah RI mencabut larangan ekspor batu bara. Kini, negara tetangga yakni Filipina juga mendesak Indonesia mencabut regulasi tersebut.
Menteri Energi Filipina Alfonso Cusi telah menyampaikan surat melalui Departemen Luar Negeri kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.
“Kebijakan itu akan merugikan ekonomi Filipina yang sangat bergantung pada batu bara sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik,” tulis Cusi dikutip dari AlJazeera, Senin (10/1).
Cusi juga telah meminta Departemen Luar Negeri untuk menengahi dan mengajukan banding atas nama Filipina melalui mekanisme kerjasama Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
-
POLITIK12/10/2026 16:00 WIBSurvei CELIOS: Rapor Prabowo-Gibran di Bawah Angka 5
-
POLITIK12/10/2026 11:00 WIBPKS Desak DPR Bergerak soal Putusan MK Terkait Gibran
-
NASIONAL12/10/2026 16:30 WIBHabib Syarief Desak Usut Tuntas Perusakan Bus Persib di Batang
-
RAGAM12/10/2026 13:30 WIBBMKG Ungkap Skenario Terburuk Megathrust
-
NUSANTARA12/10/2026 12:30 WIBPVMBG: Jangan Dekati Anak Krakatau
-
POLITIK12/10/2026 13:00 WIBDKPP Terima Dua Aduan Syarat Pilpres
-
EKBIS12/10/2026 14:00 WIBKemnaker Catat 63.789 Korban PHK hingga September 2026
-
POLITIK13/10/2026 06:00 WIBPKS Belum Putuskan Prabowo 2029

















