Berita
Kaltim Diharapkan jadi Provinsi Pertama Bebas Kemiskinan Ekstrem pada 2024
AKTUALITAS.ID – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) atas prestasinya dalam menyelesaikan masalah kemiskinan ekstrem.
Staf Khusus Mendagri Kastorius Sinaga menyebut bahwa persentase penduduk miskin ekstrem di Kaltim pada tahun 2022 dan 2023 lebih rendah dibandingkan pencapaian nasional, dengan jumlah 3.910 jiwa atau 0,10 persen.
“Kami mengapresiasi pencapaian ini secara nasional. Kaltim menjadi provinsi pertama di Indonesia yang diharapkan akan bebas kemiskinan ekstrem pada tahun 2024, berdasarkan data yang disajikan di sini. Hal ini disebabkan oleh penurunan dua kali lipat lebih cepat dibandingkan dengan rata-rata nasional,” kata Kastorius Sinaga di Kantor Gubernur Kaltim pada Jumat (5/1/2024).
Sementara itu Pj Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik mengucap syukur atas berlangsungnya evaluasi dengan baik dan lancar. Ia mengakui bahwa ada beberapa catatan, seperti pelaporan NPHD dan buktinya, tetapi secara keseluruhan, tim pemerintahan Kaltim mendapatkan apresiasi.
“Alhamdulillah evaluasi berjalan dengan baik. Sepuluh indikator kinerja yang diminta oleh irjen Kemendagri sudah kita laporkan. Secara keseluruhan, kita mendapatkan apresiasi. Terima kasih kepada tim yang luar biasa hebat dan selalu semangat,” pungkasnya. (YAN KUSUMA/RAFI)
-
EKBIS27/03/2026 15:00 WIBRobert Leonard Marbun Dilantik Sebagai Sekjen Kemenkeu
-
NUSANTARA27/03/2026 12:30 WIBDLH Karawang Uji Lab Air Sungai yang Diduga Tercemar
-
JABODETABEK27/03/2026 13:30 WIBIstri Dokter Richard Lee Diperiksa Sebagai Saksi
-
RAGAM27/03/2026 14:30 WIBLomban Syawalan Jepara Hadirkan Kirab Kerbau Bule
-
OTOTEK27/03/2026 11:00 WIBBYD Rilis Mobil Listrik Terbaru
-
PAPUA TENGAH27/03/2026 16:00 WIBTersangka Penyelundupan Sabu Jalur Udara di Mimika, Resmi Diserahkan ke Kejaksaan
-
RIAU27/03/2026 20:22 WIBPastikan Penanganan Maksimal, Kapolda Riau Turun Langsung Tangani Karhutla Dumai
-
NASIONAL27/03/2026 17:00 WIBDPR Ingatkan Risiko Belajar Online bagi Siswa

















